
Terafim dalam Kejadian 31: Arti, Fungsi, dan Pelajaran Iman dari Kisah Rahel
Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.
Pdt. Raymond LohonaumanIndonesiaApr 23, 2026, 7:00 AM
Kisah tentang terafim dalam Kejadian 31 menjadi salah satu bagian Alkitab yang menarik untuk dipahami lebih dalam. Saat Yakub bersiap meninggalkan Laban, Rahel justru mengambil sesuatu yang bukan miliknya—terafim ayahnya. Tindakan ini memunculkan pertanyaan penting: apa sebenarnya terafim, dan mengapa benda ini begitu berarti hingga harus dicuri? Dari sini, kita dapat melihat pergumulan iman yang seringkali juga terjadi dalam kehidupan manusia saat ini.
Baca juga : Niat Baik Tapi Salah - Uza dan Pelajaran Ketaatan yang Sering Diabaikan
Apa Itu Terafim? Pengertian dan Fungsinya dalam Budaya Kuno
Terafim adalah berhala rumah tangga yang dipahat, biasanya terbuat dari kayu atau logam seperti perak, dan sering berbentuk manusia. Dalam kehidupan masyarakat kuno, terafim dipercaya sebagai pembawa keberuntungan, perlindungan, dan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, terafim juga digunakan untuk mencari petunjuk atau ramalan. Namun Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa pesan dari terafim adalah menyesatkan, penuh kebohongan, dan tidak dapat dipercaya. Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun tampak “memberi arah”, sebenarnya terafim menjauhkan manusia dari kebenaran Tuhan.
Baca juga : SHEMA dan PEMAHAMAN TRINITAS berdasarkan Ulangan 6
Mengapa Rahel Mencuri Terafim? Antara Ketakutan dan Kepercayaan
Tindakan Rahel mencuri terafim menimbulkan berbagai penafsiran. Sebagian berpendapat bahwa ia takut Laban akan menggunakan terafim untuk mengetahui arah pelarian mereka. Jika ini benar, maka tindakan tersebut menunjukkan kurangnya iman terhadap perlindungan Tuhan.
Pendapat lain menyatakan bahwa Rahel percaya terafim membawa berkat, kesuburan, dan rezeki. Ini menunjukkan adanya ketergantungan pada benda, bukan pada Tuhan yang selama ini telah memberkati kehidupan Yakub.
Kedua kemungkinan ini menggambarkan satu hal: hati manusia mudah berpaling kepada sesuatu yang terlihat ketika iman sedang diuji.

Pelajaran Iman dari Terafim: Jangan Menggantikan Tuhan dengan Benda
Kisah ini juga mencerminkan pola dalam keluarga Yakub—mengambil sesuatu yang bukan haknya, seperti yang pernah dilakukan Yakub terhadap Esau. Terafim yang seharusnya diwariskan kepada anak sulung justru diambil dengan cara yang tidak benar.
Lebih dari itu, kisah ini menjadi peringatan bahwa manusia sering menggantikan Tuhan dengan “terafim modern”—hal-hal yang dianggap memberi keamanan, berkat, atau masa depan. Padahal, berkat sejati hanya berasal dari Tuhan, bukan dari benda atau kepercayaan yang salah.

Terafim dalam Kejadian 31 bukan hanya sekadar benda berhala, tetapi simbol dari kecenderungan manusia untuk menggantikan Tuhan dengan sesuatu yang terlihat. Tindakan Rahel mengingatkan bahwa tanpa iman yang benar, manusia mudah bergantung pada hal lain selain Tuhan. Kisah ini mengajak kita untuk kembali memeriksa apa yang menjadi sandaran hidup kita saat ini.
Bagikan berita ini...
Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.
Sebanyak 28 peserta SYL JC 2026 menghadiri Perayaan Paskah Pemprov DKI Jakarta di Kota Tua, sebagai bagian praktik pelayanan, sekaligus memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan iman di tengah masyarakat.
Pemuda jemaat Anna Maria Leiwakabessy Medan memperingati Global Youth Day 2026 dengan aksi unik menukar rokok dengan jus di sekitar Kampus USU, sekaligus membagikan traktat kesehatan dan buku rohani untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat.
Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Tim Rumah Sakit Advent Medan menggelar charity clinic di Desa Ajijahe dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kacamata, melayani 100 pasien sekaligus memperkenalkan pelayanan RS kepada masyarakat.
Pemuda jemaat Germania menggelar aksi bersih lingkungan di Jalan Tanjung Kusta Medan dalam rangka Global Youth Day 2026, sebagai upaya nyata mencegah banjir dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.
Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.
Bakti Wanita Advent (BWA) JRP melayani di Lapas Pondok Bambu pada 9 April 2026 melalui ibadah, kesaksian, dan pujian bertema “Undangan Menerima Yesus,” yang membawa sukacita rohani bagi sekitar 70 warga binaan.
Para Pathfinder Jemaat Pelita Sumbul Dairi mengadakan pelayanan masyarakat di RSUD Sidikalang dalam rangka Global Youth Day 2026 dengan membagikan 21 buku rohani serta mendoakan pasien dan keluarga, sebagai wujud nyata keberanian pemuda dalam membagikan iman dan menghadirkan pengharapan.
Perayaan Jumat Agung dan Paskah di Lapas Salemba diisi dengan Perjamuan Suci yang dipimpin Pdt. James Situmorang pada 3 April 2026, mengangkat tema “Kerinduan Kristus.” Sebanyak 85 warga binaan mengikuti ibadah dengan khidmat, menerima simbol roti dan anggur, serta dikuatkan melalui pesan kasih, pengampunan, dan harapan baru.








