
Begini Sepenggal Kisah Berdirinya Sekolah Dasar Bawah Pohon di Pedalaman Tosik
LUWU TANA TORAJA. hopechannel.id || Sekolah Dasar Bawah Pohon (SD Bawah Pohon) di pedalaman Tosik yang di buka oleh pdt. Tanga Rerung, S. Ag tahun 2007 mulai berkembang hingga saat ini.
TANA TORAJADec 1, 2022, 7:10 AM
Pembangunan sekolah dipedalam tersebut bermula saat Pdt. Tanga Rerung di tempatkan di pedalaman Simbuang Kelurahan Sima, Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tanah Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

SD bawah Pohon Tosik ini berada di salah satu Lingkungan kelurahan Sima, Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tanah Toraja. Saat itu Pdt. Tanga melayani sebagai Tenaga Sukarela Pengembangan Masyarakat (TSPM) sehingga Pdt. Tanga Terung terinspirasi mencari tahu apa kebutuhan masyarakat setempat, setelah dicari tahu apa yang merupakan kebutuhan masyarakat, didapati di sana bahwa akses pendidikan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga akhirnya ia memutuskan untuk membangun sebuah sekolah yang disebut Sekolah Dasar bawah Pohon Tosik.
Pembangunan sekolah tersebut awalnya dari rumput alang-alang, sedangkan gurunya adalah pdt. Tanga Rerung selama tiga tahun, kemudian seiring berjalannya waktu, pelayanan Pdt. Tanga Rerung semakin bertambah maka dikirimlah tenaga 1000 misionaris ke tempat tersebut untuk membantu secara bergantian sampai tahun 2021.
Tahun 2022 Pdt. Tanga Rerung ditempatkan kembali di SD bawah Pohon Tosik sebagai pendeta, sekaligus Chaplain dan satu tenaga guru Lulusan UNKLAB yaitu Amelia Melissa Assa sebagai guru.
Puji Tuhan karena berkatnya, tahun 2022 bagunan sekolah bawah pohon di renovasi, dan bangunan ini di sumbangkan oleh PT. Manna Berkat Sejati atau PT. MBS. dan puji Tuhan pada hari selasa tanggal 25 Oktober 2022 gedung tersebut diresmikan oleh ketua Daerah GMAHK Luwu Tana Toraja ,dan Direktur Pendidikan Advent GMAHK Luwu Tana Toraja bersama Direktur Utama PT. MBS, dan sekaligus sekolah ini menjadi milik Yayasan organisasi GMAHK Luwu Tana Toraja. semoga sekolah ini maju terus, dan terus menjadi berkat bagi masyarakat, dan seluruh umat Tuhan. (**/red/Tim
Bagikan berita ini...
Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.
Sebanyak 28 peserta SYL JC 2026 menghadiri Perayaan Paskah Pemprov DKI Jakarta di Kota Tua, sebagai bagian praktik pelayanan, sekaligus memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan iman di tengah masyarakat.
Pemuda jemaat Anna Maria Leiwakabessy Medan memperingati Global Youth Day 2026 dengan aksi unik menukar rokok dengan jus di sekitar Kampus USU, sekaligus membagikan traktat kesehatan dan buku rohani untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat.
Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Tim Rumah Sakit Advent Medan menggelar charity clinic di Desa Ajijahe dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kacamata, melayani 100 pasien sekaligus memperkenalkan pelayanan RS kepada masyarakat.
Pemuda jemaat Germania menggelar aksi bersih lingkungan di Jalan Tanjung Kusta Medan dalam rangka Global Youth Day 2026, sebagai upaya nyata mencegah banjir dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.
Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.
Bakti Wanita Advent (BWA) JRP melayani di Lapas Pondok Bambu pada 9 April 2026 melalui ibadah, kesaksian, dan pujian bertema “Undangan Menerima Yesus,” yang membawa sukacita rohani bagi sekitar 70 warga binaan.
Para Pathfinder Jemaat Pelita Sumbul Dairi mengadakan pelayanan masyarakat di RSUD Sidikalang dalam rangka Global Youth Day 2026 dengan membagikan 21 buku rohani serta mendoakan pasien dan keluarga, sebagai wujud nyata keberanian pemuda dalam membagikan iman dan menghadirkan pengharapan.
Perayaan Jumat Agung dan Paskah di Lapas Salemba diisi dengan Perjamuan Suci yang dipimpin Pdt. James Situmorang pada 3 April 2026, mengangkat tema “Kerinduan Kristus.” Sebanyak 85 warga binaan mengikuti ibadah dengan khidmat, menerima simbol roti dan anggur, serta dikuatkan melalui pesan kasih, pengampunan, dan harapan baru.









