
Ada Sekolah Bawah Pohon Di Pedalaman Tanah Toraja, Cabang Sekolah Sabat Tosik, Begini Kondisinya
Aug 27, 2021, 2:35 PM
SULAWESI SELATAN || Sekolah Bawah Pohon di pedalaman Tanah Toraja yang dibangun oleh para misionaris Volunteer pada tahun 2016 masih berjalan hingga saat ini walaupun para misionaris telah pindah dari lokasi tersebut. Sekolah yang memiliki dua ruangan belajar tersebut kini butuh perhatian dari para donatur.
Kepada media Pdt Fery Simon S.Ag. Gembala Jemaat Palopo, Tabi dan cabang sekolah sabat Padang Sappa mengungkapkan bahwa Sekolah Bawah Pohon di pedalaman Tanah Toraja tersebut adalah sekolah yang dibangun oleh para misionaris Volunteer pada tahun 2016 yang hingga kini masih tetap beroperasi.
“Sekolahnya mulai dibentuk dari 2016 dan dibentuk oleh misionaris Volunteer, namun karena mereka sudah lama pulang jadi dari gereja yang melanjutkan, nama Gerejanya adalah Cabang Sekolah Sabat Tosik
Lanjutnya bahwa perjalanan menuju sekolah tersebut memakan waktu enam jam dan melewati beberapa lembah.
“Jadi itu lewat tiga lembah baru sampai. Kalau dari Palopo 5 jam naik kendaraan kemudian jalan kaki selama 6 jam” jelasnya.
Dikatakan pula bahwa daerah tersebut banyak masyarakat yang masih menganut kepercayaan animisme. Sehingga kehadiran gereja di sana dilakukan dengan berbagi sosial bersama masyarakat demi memenuhi kebutuhan mereka, dan salah satu adalah dengan kehadiran sekolah di tempat tersebut.
“Kalau di sana kami aksi sosial bantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka dan bangun sekolah untuk mereka” jelasnya.
Sudah beberapa anak didik yang pernah menempuh sekolah di lokasi tersebut telah melanjutkan pendidikan tingkat tinggi dan ada yang telah menamatkan pendidikan di Universitas Klabat Manado. Melihat akan kondisi dan keinginan anak-anak sekolah, maka mulailah para donatur ingin membantu mengembangkan sekolah Bawah Pohon tersebut.
Sebagai Pendeta yang juga melayani di lokasi tersebut, ia berharap dengan kehadiran sekolah di tempat tersebut akan menjadi pelita yang membawa banyak orang mengenal Tuhan, dan juga masyarakat akan hidup lebih layak dengan pendidikan yang baik.
Dikatakan pula bahwa jumlah kedepan anak-anak yang ada di daerah pedalaman tersebut akan mendapatkan pendidikan yang layak.
Untuk diketahui bahwa terdapat 17 Kepala keluarga yang tinggal di lokasi tersebut dengan jumlah penduduk sekitar lebih dari 70 orang. Dan di daerah tersebut memiliki satu cabang sekolah sabat yaitu cabagn sekolah sabat Tosik, Kecamatan Simbuang Kabupaten Tana Toraja.(**/red
Bagikan berita ini...
Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.
Sebanyak 28 peserta SYL JC 2026 menghadiri Perayaan Paskah Pemprov DKI Jakarta di Kota Tua, sebagai bagian praktik pelayanan, sekaligus memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan iman di tengah masyarakat.
Pemuda jemaat Anna Maria Leiwakabessy Medan memperingati Global Youth Day 2026 dengan aksi unik menukar rokok dengan jus di sekitar Kampus USU, sekaligus membagikan traktat kesehatan dan buku rohani untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat.
Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Tim Rumah Sakit Advent Medan menggelar charity clinic di Desa Ajijahe dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kacamata, melayani 100 pasien sekaligus memperkenalkan pelayanan RS kepada masyarakat.
Pemuda jemaat Germania menggelar aksi bersih lingkungan di Jalan Tanjung Kusta Medan dalam rangka Global Youth Day 2026, sebagai upaya nyata mencegah banjir dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.
Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.
Bakti Wanita Advent (BWA) JRP melayani di Lapas Pondok Bambu pada 9 April 2026 melalui ibadah, kesaksian, dan pujian bertema “Undangan Menerima Yesus,” yang membawa sukacita rohani bagi sekitar 70 warga binaan.
Para Pathfinder Jemaat Pelita Sumbul Dairi mengadakan pelayanan masyarakat di RSUD Sidikalang dalam rangka Global Youth Day 2026 dengan membagikan 21 buku rohani serta mendoakan pasien dan keluarga, sebagai wujud nyata keberanian pemuda dalam membagikan iman dan menghadirkan pengharapan.
Perayaan Jumat Agung dan Paskah di Lapas Salemba diisi dengan Perjamuan Suci yang dipimpin Pdt. James Situmorang pada 3 April 2026, mengangkat tema “Kerinduan Kristus.” Sebanyak 85 warga binaan mengikuti ibadah dengan khidmat, menerima simbol roti dan anggur, serta dikuatkan melalui pesan kasih, pengampunan, dan harapan baru.









