
Salib Kristus menjadi kuasa bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pelajari mengapa pengorbanan Yesus di kayu salib membawa pendamaian, keselamatan, dan hidup baru, sekaligus menjadi pembeda antara mereka yang menerima dan menolak anugerah Allah.
IndonesiaJul 8, 2026, 7:00 AM
Bagi dunia, salib sering dipandang sebagai lambang penderitaan, kelemahan, bahkan kegagalan. Namun, Rasul Paulus menyampaikan pandangan yang berbeda. Dalam 1 Korintus 1:18, ia menegaskan bahwa pemberitaan tentang salib memang tampak sebagai kebodohan bagi mereka yang menolak Allah, tetapi bagi orang yang diselamatkan, salib adalah kuasa Allah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa makna salib tidak ditentukan oleh bentuknya, melainkan oleh iman kepada Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya demi keselamatan manusia.
Baca juga : Terafim dalam Kejadian 31: Arti, Fungsi, dan Pelajaran Iman dari Kisah Rahel
Dosa telah memisahkan manusia dari Allah sehingga tidak ada usaha atau perbuatan baik yang mampu memulihkan hubungan tersebut. Melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, Allah menyediakan jalan pendamaian bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pengampunan dan hidup baru bukan diperoleh karena jasa manusia, melainkan karena kasih karunia Allah yang dinyatakan melalui Kristus. Inilah yang membuat salib menjadi kuasa Allah bagi mereka yang menerima keselamatan.
Banyak orang berusaha menemukan kedamaian melalui kesuksesan, harta, atau pengakuan dari orang lain. Namun, semua itu tidak dapat mengisi kekosongan hati yang hanya dapat dipulihkan melalui hubungan dengan Tuhan. Salib mengajarkan bahwa damai sejati dimulai ketika seseorang menerima kasih dan pengampunan Allah.

Paulus menunjukkan bahwa salib menghadirkan dua respons yang berbeda. Ada yang menolaknya karena menganggap keselamatan harus diperoleh melalui hikmat atau kemampuan manusia. Sebaliknya, orang yang percaya menyadari bahwa keselamatan adalah anugerah yang hanya dapat diterima melalui iman kepada Yesus Kristus. Salib menjadi bukti bahwa Allah lebih dahulu mengasihi manusia sebelum manusia mampu melakukan apa pun untuk menyelamatkan dirinya.
Budaya yang mendorong seseorang untuk terus membuktikan nilai dirinya sering kali membuat banyak orang merasa tidak pernah cukup. Salib mengingatkan bahwa nilai seorang percaya tidak ditentukan oleh pencapaian, melainkan oleh kasih Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya. Kesadaran ini menolong kita hidup dengan rendah hati, penuh syukur, dan tidak mudah membandingkan diri dengan orang lain.
Baca juga : Membangun Karakter Remaja Melalui Pelajaran Sekolah Sabat
Kuasa salib tidak berhenti pada pengampunan dosa, tetapi juga menghasilkan perubahan hidup. Orang yang telah menerima kasih Kristus dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama dan bertumbuh dalam karakter yang mencerminkan kasih, kejujuran, kesetiaan, dan pengampunan. Keselamatan bukan hanya memberikan harapan akan hidup kekal, tetapi juga membentuk cara berpikir, berbicara, dan bertindak setiap hari.
Ketika dunia semakin dipenuhi kebencian, keegoisan, dan kompromi terhadap kebenaran, orang percaya dipanggil untuk menunjukkan kuasa salib melalui kehidupan yang mencerminkan karakter Kristus. Sikap mengampuni, melayani dengan tulus, menjaga integritas, serta tetap setia kepada firman Tuhan menjadi kesaksian nyata bahwa salib masih memiliki kuasa untuk mengubah kehidupan hingga hari ini.

Ingin mempelajari lebih dalam tema "Kuasa bagi Mereka yang Diselamatkan" dalam Pelajaran 2 Kuartal 3 Tahun 2026: Pekabaran Salib? Saksikan video Diskusi Sekolah Sabat untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai makna salib sebagai kuasa Allah bagi setiap orang yang percaya.
📺 Tonton videonya di sini: https://openyoutu.be/NWciopUq-Ak
This content is not being displayed in order to fullfil your privacy preferences (you didn't accept 'YouTube').
Do you want to see this anyways? You can change your preferences here:
Kiranya pembelajaran ini menolong kita semakin memahami bahwa salib Kristus bukanlah lambang kekalahan, melainkan bukti kasih Allah dan sumber keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Aug 21, 2026
Outreach Ministry mengadakan kegiatan berbagi di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dengan pembelajaran “Peran Nabi” oleh Pdt. James Situmorang yang diikuti 50 peserta. Kegiatan dilanjutkan pembagian lunch box, sementara di Jakarta Barat juga dibagikan buku Kemenangan Akhir dan booklet New Start kepada warga.
Temukan makna merdeka rohani menurut Alkitab melalui kebebasan dari dosa, pembaruan hati, hidup dalam kebenaran, kasih yang melayani, dan pengharapan kekal di dalam Kristus. Sebuah renungan yang mengajak kita mengalami kebebasan sejati yang mengubah hidup setiap hari.
Jemaat Jehovah Rapha Paspampres menggelar pelayanan kerohanian di Lapas Perempuan Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026). Bertema “Jadilah Tuhan: Kehendak-Mu di Bumi seperti di Sorga”, ibadah diikuti 70 warga binaan serta diakhiri dengan pembagian 70 paket makan siang.
GMAHK Anna Maria Leiwakabessy Medan bersama BWA berbagi tali kasih ke Panti Asuhan YAPI pada 9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian, kasih Kristus, dan dukungan melalui bantuan perlengkapan sekolah serta kebersamaan.
Pelayanan Jehovah Rapha kembali melayani 60 warga binaan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada 6 Agustus 2026. Melalui khotbah “Meluruskan Jalan”, kesaksian iman, doa, dan pembagian makan siang, ibadah ini menguatkan harapan serta mengajak jemaat untuk percaya penuh kepada Tuhan.
Hope Channel Indonesia meresmikan studio baru di Gedung Pertemuan Advent DKI Jakarta pada 4 Agustus 2026. Acara ini dihadiri pimpinan Hope Channel International, SSD, dan gereja Advent se-Indonesia sebagai langkah memperkuat produksi tayangan yang berkualitas dan berdampak positif.
Temukan makna investasi kekal menurut Alkitab melalui iman, ketaatan, kesetiaan, dan kemurahan hati. Pelajari bagaimana setiap keputusan yang mengutamakan Tuhan menjadi harta di surga serta membawa berkat bagi kehidupan sekarang maupun kehidupan yang kekal.
GMAHK Jemaat Jehovah Rapha Paspampres melayani 70 warga binaan di Lapas Perempuan Pondok Bambu melalui ibadah bertema “Doa adalah Iman”, pendalaman Alkitab, dan pembagian makan siang. Kegiatan ini menguatkan iman, pengharapan, serta semangat berserah kepada Tuhan.
Salib Kristus menjadi kuasa bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pelajari mengapa pengorbanan Yesus di kayu salib membawa pendamaian, keselamatan, dan hidup baru, sekaligus menjadi pembeda antara mereka yang menerima dan menolak anugerah Allah.
Jehovah Rapha melayani ibadah di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada 2 Juli 2026 dengan tema "Rut dan Boas". Melalui firman Tuhan, sekitar 60 warga binaan dikuatkan untuk hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan, disertai pembagian makan siang dan kesaksian yang menguatkan iman peserta.