LIVE | KKR DAMAI SEJAHTERAKU BERSAMAMU

26 Nov - 10 Des 2022

Saksikan disini
Gempa Cianjur. 268 Warga Meninggal Dunia. GMAHK Melalui ADRA Lakukan Langkah Ini

Gempa Cianjur. 268 Warga Meninggal Dunia. GMAHK Melalui ADRA Lakukan Langkah Ini

JAKARTA. hopechannel.id || 268 warga meninggal dunia dan lebih dari 58.362 lainnya mengungsi akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang Kota Cianjur Jawa Barat.

ADRA Indonesia mempersiapkan diri untuk untuk membantu mareka yang terkena dampak akan Gempa di Cianjur

CIANJURNov 23, 2022, 7:12 AM

Kepala BNPB Suhayanto dikutip dari rilis yang diterima hopechannel.id mengungkapkan jika korban yang meninggal dunia berjumlah 268 jiwa dan yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah  dan yang belum ditemukan berjumlah 151 orang.  "Korban meninggal dunia 268 jiwa, yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang, kita akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh korban ditemukan," ucap Suharyanto. 

Kemudian data masyarakat yang mengungsi sejumlah 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang, kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit. 

Jumlah korban tewas meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan berlangsungnya kegiatan pencarian dan penyelamatan, menurut pengamatan langsung terhadap situasi tersebut oleh ADRA Indonesia, Kota-kota di Jawa Barat dengan tingkat kematian tertinggi yang dilaporkan terletak di kecamatan Cilau, Cianjur, dan Cugenang.

Untuk diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik, di mana banyak gempa bumi dan gunung berapi sering diakibatkan oleh tumbukan beberapa lempeng kerak bumi.

Sejumlah lokasi mengalami longsor, memutus sebagian akses ke Cianjur. Jumlah rumah yang rusak berat, sedang, dan sedikit masih diverifikasi oleh otoritas setempat. Beberapa gedung pemerintahan, tempat ibadah, dan sekolah mengalami kerusakan akibat musibah alam ini. Karena listrik dan koneksi komunikasi yang terputus, upaya komunikasi saat ini sulit dan tidak dapat diakses.

Data dikumpulkan ADRA dari gereja-gereja lokal, LSM, grup WhatsApp yang dikelola pemerintah, dan pertemuan online, termasuk yang berkerumun dengan klaster logistik yang dikepalai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Personel ADRA dari Jakarta diberangkatkan untuk memeriksa situasi dan mengidentifikasi rumah tangga yang paling terdampak yang paling berisiko. ADRA Indonesia siap mendistribusikan shelter kit sebagai respons awal ke kabupaten yang terkena dampak.

"ADRA sudah ada di lapangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah, mitra terpercaya lainnya, dan gereja-gereja untuk segera menilai situasi. Tim tanggap darurat ADRA dikerahkan ke daerah-daerah yang paling terpukul untuk mengidentifikasi dan membantu keluarga dan individu yang rentan. ADRA juga berencana untuk meluncurkan kampanye pendidikan keselamatan dan keamanan untuk memberi tahu keluarga tentang risiko gempa susulan dan tanah longsor," kata Elizabeth Tomenko, manajer program darurat untuk ADRA International.

Desa Rancagoong di kecamatan Cilau, desa Limbagansari di kecamatan Cianjur, dan desa Cijedil di kecamatan Cugenang menjadi tempat yang paling terdampak. Karena gempa susulan yang signifikan ini, orang-orang ragu-ragu untuk tetap berada di rumah mereka yang rusak.

ADRA Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menyediakan kit untuk membantu rumah tangga yang terkena dampak membangun atau meningkatkan tenda darurat yang saat ini mereka miliki dekat dengan rumah mereka. Penilaian menunjukkan bahwa keluarga yang mengungsi segera membutuhkan perlengkapan penampungan untuk tenda keluarga, tenda, perlengkapan tempat tidur, dapur umum, genset, fasilitas kesehatan, dan dokter.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana Anda dapat memberikan bantuan kepada keluarga yang mengungsi dalam bencana ini, Anda dapat mengunjungi adraindonesia.org (**/red/Tim

Bagikan berita ini...