Diskusi Sekolah Sabat

Sekolah Sabat Dewasa | Menyembah Sang Pencipta - Pel 7 Kuartal II 2023

MENYEMBAH SANG PENCIPTA Ayat untuk pelajaran pekan ini: Why 1:9, Yes 40:26, 2 Kor 5:17, Kol 1:17, Why 4:11, Yoh 19:16-30 Sangat mudah untuk menerima begitu saja, terutama hal-hal yang selalu kita ketahui atau alami. Seberapa mudah, misalnya, bagi anak-anak kecil untuk menerima begitu saja orang tua mereka, yang mereka kenal seumur hidup mereka yang singkat? Betapa mudahnya bagi kita juga untuk menerima begitu saja matahari, langit, udara, atau tanah di bawah kaki kita. Namun, pernahkah Anda berhenti untuk berpikir betapa kita menganggap keberadaan itu sendiri begitu saja? Artinya, seberapa sering kita berhenti dan mengajukan pertanyaan filosofis yang terkenal. Mengapa ada sesuatu dan bukannya tidak ada apa-apa? Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE-7 dengan judul "MENYEMBAH SANG PENCIPTA".

Online since
05/09/2023, 8:50 AM
Categories
Adventists, Bible, Faith

Related Episodes

Sekolah Sabat Dewasa | Bagaimana Tuhan Menyelamatkan Kita - Pel 4 Kuartal III 2023

Tidak ada yang lebih mencekam seperti kisah penyelamatan yang bagus, dan Paulus, dalam Efesus 2: 1-10, memberikan kita pandangan yang dekat dan pribadi tentang misi penyelamatan yang paling agung dan terluas sepanjang masa -- upaya Tuhan untuk menebus umat manusia. Drama ini memuncak dengan mengetahui bahwa kita bukan hanya penonton dari penyelamatan orang lain tetapi saksi dari penyelamatan kita sendiri. Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE-4 dengan judul "Bagaimana Tuhan Menyelamatkan Kita".

Sekolah Sabat Dewasa | Kesatuan Tubuh Kristus - Pel 7 Kuartal III 2023

Paulus, bagaimanapun, menggunakan tubuh manusia untuk membuat maksud rohani. Bagi Paulus, tubuh manusia - dan gereja sebagai tubuh Kristus - terdiri dari berbagai bagian dengan kemampuan yang berbeda, yang semuanya harus bekerja sama agar tubuh menjadi sehat. Gambaran Paulus tentang tubuh yang sehat dan bersatu membantu kita memahami tujuan Allah bagi kita: untuk menjadi bagian dari gereja yang berbuah yang dipersatukan dalam Kristus. Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE-7 dengan judul "KESATUAN TUBUH KRISUS"

Sekolah Sabat Dewasa | Kota Yang Disebut Kekacauan - Pel 9 Kuartal II 2023

Tema pertentangan besar dirangkum dalam Wahyu dengan simbolisme dua wanita: satu berselubung dengan matahari, dalam Wahyu 12, dan satu berpakaian merah ungu, dalam Wahyu 17. Simbol mencolok dari wanita berselubung matahari, dalam kemuliaan Kristus yang memesona, ditemukan dalam Wahyu 12. Dia setia kepada kekasih sejatinya, Yesus. Dia tidak dikotori dengan kerusakan doktrin-doktrin palsu. Di seluruh Kitab Suci, seorang wanita murni melambangkan mempelai wanita Yesus atau gereja yang benar. Dalam Yeremia 6:2, nabi berkata, "Adakah putri Sion sama seperti padan gyang paling disukai". Nabi menggunakan ungkapan "Putri Sion" atau wanita yang setia untuk menggambarkan umat Allah. (Lihat juga Ef. 5:25-32 dan Hos. 2:20.) Sebaliknya, Kitab Suci menyamakan kemurtadan dengan perzinaan (Yak. 4:4). Berbicara tentang pemberontakan dan ketidaksetiaan Israel, Yehezkiel meratap, "Hai istri yang berzinah, yang memeluk ornag lain ganti suaminya sendiri." (Yeh. 16:32) Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE-9 dengan judul "Kota Yang Disebut Kekacauan".

Sekolah Sabat Dewasa | Efesus Dalam Hati - Pel 14 Kuartal III 2023

Pengunjung di London menaiki London Eye, seperti sebuah atraksi putaran kincir. Dari ketinggian 450 kaki di atas Sungai Thames, Anda dapat melihat semuanya: Big Ben, Gedung Parlemen, dan banyak istana dan katedral bersejarah. Bagi sarjana Perjanjian Baru Nicholas Thomas "Tom" Wright, "surat kepada jemaat di Efesus memiliki kaitan dengan surat-surat Paulus yang lain seperti London Eye. Surat ini bukan yang terpanjang atau terlengkap dari semua tulisannya, tetapi menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Dari sini, saat roda berputar, Anda mendapatkan pandangan dari atas terhadap satu tema ke tema lainnya"-- Paul for Everyone: The Prison Letters (London: S.P.C.K. [Society for Promoting Christian Knowledge Publishing], 2004), hlm. 3. Di Efesus, Paulus tidak berfokus pada isu-isu yang menjadi perhatian lokal. Surat itu berbunyi seolah-olah Paulus berbicara kepada orang percaya di mana saja dan gereja-gereja Kristen di mana pun mereka berada. Nuansa abadi surat itu memungkinkan "pemandangan menakjubkan" yang Paulus tawarkan untuk menguasai dunia dan pemikiran kita sendiri. Saat kita meninjau setiap bab, mari kita ingat pertanyaan ini: Kebenaran penting apakah yang tertanam dalam Efesus yang harus terus membentuk kehidupan kita sebagai orang percaya? Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE-14 dengan judul "EFESUS DALAM HATI"