Sebelum 2024 Urusan Tanah Milik Gereja Advent Akan Selesai, Begini Kata Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto

Sebelum 2024 Urusan Tanah Milik Gereja Advent Akan Selesai, Begini Kata Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto

JAKARTA. hopechannel.id || Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto meminta kepada pejabat pusat dan daerah untuk mengawal penyelesaian sertifikasi tempat ibadah, tanpa ada diskriminasi. Hal ini disampaikan saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian ATR/BPN dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia pada Kamis, 19 Januari 2023. "Saya sampaikan pejabat pusat sampai daerah untuk tempat-tempat ibadah kita tidak boleh diskriminasi, kita selesaikan semuanya tanpa terkecuali. Maka seluruh umat beragama dapat melaksanakan ibadahnya dengan khusyuk tanpa gangguan karena memiliki kepastian hukum hak atas tanahnya," ujar Hadi Tjahjanto saat di jumpai media, Jumat 20 Januari 2023.

Urusan Tanah Milik Gerja Masehi Advent Hari Ketujuh akan di selesaikan sebelum tahun 2024. Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto meminta kepada pejabat pusat dan daerah untuk terus mengawal penyelesaian sertifikasi tempat ibadah.

Jan 20, 2023, 5:55 AM

Untuk diketahui, Pada Kamis 19 Januari 2023, Hadi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian ATR/BPN dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia (GMAHK) yang diwakili oleh Ketua Pengurus Pusat GMAHK, Pdt. Sugih Sitorus. Nota Kesepahaman ini berjudul "Pelaksanaan Pendaftaran Tanah, Asistensi Pencegahan dan Penanganan Permasalahan Pertanahan Aset Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia".

Melalui sambutannya, Hadi menyampaikan bahwa pelaksanaan MoU tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan pada 25 Oktober 2022 di Kantor Kementerian ATR/BPN. Di samping itu, hal ini adalah bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN untuk menjaga aset tanah dan tempat ibadah milik seluruh umat beragama di Indonesia. "Kementerian ATR/BPN memiliki tugas menyelesaikan program sertifikasi melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang hari ini telah mencapai 101,1 juta bidang tanah terdaftar. PTSL juga menyentuh tanah-tanah, tempat-tempat ibadah," ujar Hadi.

Sementara itu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menegaskan jika MoU ini bukan hanya sebagai seremonial, melainkan bagian dari pelaksanaan di lapangan. Dengan bantuan seluruh komponen, dia meyakini bahwa permasalahan tanah untuk tempat-tempat ibadah akan selesai pada tahun 2024. "Oleh karena itu, apabila ada yang mengganggu, ada mafia tanah, saya tidak akan segan-segan, akan saya gebuk!" katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia, Pdt. Sugih Sitorus pada media mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya penandatanganan MoU ini. "Kami percaya, Bapak bukan hanya suka melayani kami di sini tapi seluruh masyarakat Indonesia. Saya percaya Pak Wamen bahkan seluruh jajaran yang ada sama-sama juga melayani rakyat. Saya senang Pak Menteri katakan sebelum tahun 2024 urusan tanah selesai," ujar kata Pdt. Sugih. (**/red/tim

Bagikan berita ini...