
Melayani di Pedalaman Papua Begini Kisah Tenaga Sukarela Pelayan Masyarakat (TSPM)
MERAUKE. hopechannel.id || Berkontribusi dalam kegiatan pelayanan sosial dua pemuda tenaga sukarela giat aktif di luar kota Merauke sejak Oktober 2022 sampai saat ini tahun 2023 .
Kisah Tenaga Sukarela Pelayanan Masyarakat yang melayani di pendalaman Papua. Kontriibusi mereka sangatlah penting bagi masyarakat sekitar.
Mar 24, 2023, 5:46 AM
Kontribusi Tenaga Sukarela Pelayan Masyarakat atau TSPM sangat penting dalam ruang lingkup sosial, apa lagi langsung menjamah orang orang sakit seperti kusta, asam urat, dan luka fatal akibat kecelakaan, dan beberapa kendala sakit lainnya.
Pada media Yoseph salah satu tenaga sukarela mengungkapkan pelayanan mereka yang berbekal apa adanya dan berangkat dari kampung ke kampung di pedalaman Papua dengan mengunjungi orang-orang yang terisolir akibat menderita kusta, menolong penderita kanker dan asam urat serta luka akibat kecelakaan.
“Puji Tuhan kami melayani berbekal apa adanya dari satu kampung menuju kampung lainnya yang lebih jauh lagi menuju daerah pedalaman, Pekerjaan yang kami lakukan di sana adalah mengunjungi orang yang terisolir akibat menderita kusta, menolong penderita kanker dan asam urat serta luka akibat kecelakaan”. Ungkap Yoseph.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dipenuhi dengan mukjizat dari Allah.
“Kami tidak takut dengan penderita kusta bahkan kami menjamah tangan mereka, berjabatan tangan dan menghangatkan suasana dengan senyuman bahagia sambil memberi kata-kata motivasi sebagai penyemangat hidup” Lanjutnya
“Kami mendatangi mereka yang sakit dan memberi bekal serta obat obatan seadanya harapan kami mereka hidup bahagia dan tidak terikat stres” Tutur Joseph.
(**/Devan - Wartawan HCI
Bagikan berita ini...
Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.
Sebanyak 28 peserta SYL JC 2026 menghadiri Perayaan Paskah Pemprov DKI Jakarta di Kota Tua, sebagai bagian praktik pelayanan, sekaligus memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan iman di tengah masyarakat.
Pemuda jemaat Anna Maria Leiwakabessy Medan memperingati Global Youth Day 2026 dengan aksi unik menukar rokok dengan jus di sekitar Kampus USU, sekaligus membagikan traktat kesehatan dan buku rohani untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat.
Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Tim Rumah Sakit Advent Medan menggelar charity clinic di Desa Ajijahe dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kacamata, melayani 100 pasien sekaligus memperkenalkan pelayanan RS kepada masyarakat.
Pemuda jemaat Germania menggelar aksi bersih lingkungan di Jalan Tanjung Kusta Medan dalam rangka Global Youth Day 2026, sebagai upaya nyata mencegah banjir dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.
Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.
Bakti Wanita Advent (BWA) JRP melayani di Lapas Pondok Bambu pada 9 April 2026 melalui ibadah, kesaksian, dan pujian bertema “Undangan Menerima Yesus,” yang membawa sukacita rohani bagi sekitar 70 warga binaan.
Para Pathfinder Jemaat Pelita Sumbul Dairi mengadakan pelayanan masyarakat di RSUD Sidikalang dalam rangka Global Youth Day 2026 dengan membagikan 21 buku rohani serta mendoakan pasien dan keluarga, sebagai wujud nyata keberanian pemuda dalam membagikan iman dan menghadirkan pengharapan.
Perayaan Jumat Agung dan Paskah di Lapas Salemba diisi dengan Perjamuan Suci yang dipimpin Pdt. James Situmorang pada 3 April 2026, mengangkat tema “Kerinduan Kristus.” Sebanyak 85 warga binaan mengikuti ibadah dengan khidmat, menerima simbol roti dan anggur, serta dikuatkan melalui pesan kasih, pengampunan, dan harapan baru.









