Kabar Gembira, GMAHK di Indonesia MOU dengan Kementerian ATR/BPN, Ada 3 Poin Penting Untuk Tanah Milik Gereja.

Kabar Gembira, GMAHK di Indonesia MOU dengan Kementerian ATR/BPN, Ada 3 Poin Penting Untuk Tanah Milik Gereja.

JAKARTA. hopechannel.id || Penandatanganan Nota Kesepahaman Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia dengan Kementerian Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia berlangsung di Lantai 5 Kantor GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat. (19/01/2023).

Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertahanan Nasional Republik Indonesia Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P menandatangani Nota Kesepahaman Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia dan mengungkapkan 3 poin penting dalam MOU dengan GMAHK di Indonesia.

Jan 20, 2023, 5:40 AM

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P, Wakil Menteri Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Ph.D. beserta tim kementerian, perwakilan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia dari dua Uni yang ada, Konferens, Daerah, Instansi Pendidikan Advent, Rumah sakit Advent dan beberapa perwakilan lainnya. 

Kegiatan tersebut dimulai tepat pukul 10:00 hingga berakhir di pukul 12:00 yang di bagi dalam beberapa sesi, diantaranya adalah sambutan-sambutan, penandatanganan MOU, dan arahan dari Menteri Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P.

MOU antara Kementerian Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia diawali dengan pengalungan selempang oleh Ketua GMAHK Uni Indonesia Kawasan Timur, Wakil Ketua GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat, dan ibu Christine Sitorus.  Selanjutnya Rombongan Menteri beranjak menuju ruang tunggu VIP dan kemudian dipersilahkan untuk memasuki ruang pertemuan. Sambutan meriah diberikan oleh peserta saat menteri memasuki ruangan pertemuan. Selanjutnya lagu Indonesia Raya dikumandangkan sebagai wujud rasa cinta akan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah selesai kegiatan tersebut saat ditemui media ini, Menteri Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P mengungkapkan 3 poin penting dalam MOU dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia diantaranya adalah menyelesaikan tempat-tempat Ibadah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh Indonesia  yang belum memiliki Sertifikat. “Hari ini kami laksanakan MOU antara kementerian ATR/BPN dengan Gereja Masehi Advent Hari ke Tujuh di Indonesia. MOU ini ada 3 poin penting  yang harus dilaksanakan diantaranya adalah menyelesaikan tempat tempat ibadah yang sudah ditempati begitu lama waktunya dan belum bersertifikat”. Ungkapnya.

Lebih lanjut di poin kedua ia menekankan jika tanah Gereja Masehi Advent Hari Keujuh di Indonesia yang memiliki lahan yang bersertifikat namun atas nama perorangan nantinya akan diselesaikan dan diubah menjadi nama yayasan gereja. “Yang kedua adalah menyelesaikan tempat-tempat ibadah yang sudah bersertifikat namun atas nama perorangan kita akan ubah menjadi nama yayasan gereja” Lanjutnya.

Sedangkan di poin yang ketiga Menteri Agraria Dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P menuturkan bahwa ia bersama pemerintah akan dengan segera menyelesaikan tempat ibadah milik gereja Advent yang masih bersengketa. 

Ia juga menekankan jika 3 poin penting dalam MOU bersama Gereja Masehi Advent Hari Keujuh di Indonesia ini akan langsung dilaksanakan di daerah-daerah yang ada di Indonesia baik itu yang ada di Uni Indonesia Kawasan Barat  maupun GMAHK Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur.  “Tiga hal penting ini akan langsung dilaksanakan di daerah dan akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia baik barat maupun timur. dan kami akan menerima datanya, untuk kita selesaikan” Tegasnya.

Pada media dirinya juga menegaskan bahwa penyelesaian masalah tanah di Gereja Advent akan dilaksanakan  dengan tidak ada tindakan diskriminasi. Dan akan dikerjakan semuanya hingga tuntas. “Karena ini adalah masalah tempat ibadah tidak boleh ada yang mengganggu oleh sebab itu kementerian ATR/PBN berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dan saya yakin dengan bantuan dari seluruh komponen permasalahan ini akan selesai sampai akhir 2024” Tutupnya. (**/red

Bagikan berita ini...