
Jemaat Teratai Batam Gelar Kegiatan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas
BATAM.hopechannel.id|| Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Teratai Batam menyelenggarakan kegiatan inklusif bertema “Disabilitas: Diterima, Dikasihi, dan Dilibatkan dalam Keluarga Gereja” pada 6–7 Desember 2025 di GMAHK Teratai, Lubuk Baja, Batam.
Sebagai wujud kepedulian menjelang Hari Disabilitas Internasional, GMAHK Teratai Batam menyelenggarakan kegiatan inklusif pada 6–7 Desember 2025 yang melibatkan sekitar 180 jemaat dan sepuluh penyandang disabilitas dari berbagai wilayah pelayanan. Rangkaian ibadah dan seminar dirancang partisipatif dengan pendampingan khusus bagi anak-anak, serta diisi firman Tuhan dan sesi berbagi yang menegaskan peran gereja dalam membangun lingkungan ramah disabilitas.
Batam, Riau Islands, IndonesiaDec 13, 2025, 1:07 PM
Kegiatan ini dihadiri sekitar 180 jemaat, termasuk 14 keluarga tamu ibadah pagi dan 15 peserta tamu seminar, serta melibatkan sepuluh penyandang disabilitas yang terdiri dari anak-anak, dewasa, dan orang tua. Pelayanan ini menjangkau jemaat dari Batammas, Tiban, Batu Aji, Teratai, Mt. Sinai, dan Muka Kuning. Rangkaian acara berlangsung selama dua hari, dimulai dengan ibadah Sabat pagi, seminar dua sesi, ibadah penutup Sabat, hingga persekutuan dan kegiatan lanjutan pada hari Minggu yang diisi dengan renungan, seminar, serta sesi berbagi bersama keluarga peserta disabilitas. Kegiatan ini diprakarsai sebagai respons iman gereja menjelang Hari Disabilitas Internasional, dengan tujuan membangun budaya gereja yang inklusif—bukan sekadar memberi ruang hadir, melainkan menerima, mengasihi, dan melibatkan penyandang disabilitas secara utuh dalam kehidupan bergereja.

Pelaksanaan kegiatan dirancang menyeluruh dan partisipatif. Pada ibadah Sabat, para penyandang disabilitas dan keluarga dilibatkan aktif dalam berbagai bagian pelayanan, seperti protokol, bacaan Berita Misi, dan pujian. Secara bersamaan, anak-anak penyandang disabilitas didampingi di ruang khusus yang aman dan nyaman oleh Pathfinder dan pendamping yang telah mendapatkan pengarahan. Pendampingan mencakup aktivitas rohani dan kreatif, pemenuhan kebutuhan khusus, hingga penyediaan makanan yang sesuai, sehingga orang tua dapat mengikuti rangkaian ibadah dan seminar dengan tenang. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Eben Sembiring dengan tema “Supaya Pekerjaan Dinyatakan,” yang menegaskan bahwa berbagai persoalan hidup—baik moral, sosial, ekonomi, maupun kesehatan—merupakan realitas dunia yang telah jatuh dalam dosa, namun melalui sikap hati, respons iman, dan kasih Kristus, penderitaan dapat menjadi sarana memuliakan Tuhan. Seminar dilanjutkan dengan kesaksian Febrina Pakpahan Siagian tentang perjalanan keluarganya merawat anak istimewa, serta pemaparan Sri Rejeki Marbun–Sihombing mengenai peran gereja dalam membangun lingkungan ramah disabilitas. Diskusi kelompok lintas departemen menghasilkan berbagai gagasan konkret, mulai dari pencegahan perundungan, penyediaan ruang ibadah yang inklusif, kunjungan kasih keluarga, hingga edukasi gizi dan kesehatan mental.

Respons peserta dan jemaat menunjukkan dampak yang mendalam. Anak-anak penyandang disabilitas menampilkan perubahan positif—lebih berani berinteraksi, tersenyum, dan mengekspresikan sukacita—sementara peserta dewasa menyampaikan rasa syukur karena merasa dihargai dan diakui sebagai bagian tak terpisahkan dari tubuh Kristus. Orang tua dan keluarga mengaku dikuatkan karena tidak lagi merasa berjalan sendiri dalam pergumulan, serta bersyukur melihat anak-anak mereka diberi kesempatan untuk terlibat, bukan sekadar menjadi penonton. Jemaat dan Pathfinder juga menyatakan komitmen baru untuk melayani dengan empati dan kepekaan yang lebih besar. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Panitia Ferry Silitonga, dengan pendampingan Penasehat Pdt. Paul Hutapea dan didukung jajaran koordinator pemuda, Pathfinder, dan Adventurer ini menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar belas kasihan, melainkan keadilan, kesetaraan, dan pengakuan iman. Melalui yel-yel penutup yang menggugah semangat kebersamaan, GMAHK Teratai Batam meneguhkan tekad untuk melanjutkan pelayanan ramah disabilitas sebagai gerakan kasih yang berkelanjutan di tengah gereja dan masyarakat.

(/RED/Yessika/HCI
Bagikan berita ini...
Jan 29, 2026
Kontrak Kerja Sama Rutan dan JRP
Penandatanganan PKS 2026 antara GMAHK Jehovah Rapha Paspampres dan Rutan Kelas I Pondok Bambu berlangsung penuh sukacita, meneguhkan kerja sama pembinaan, pelayanan rohani, serta peningkatan kualitas pemasyarakatan bagi warga binaan.
Kegiatan ARC Peduli Cisarua, Bandung oleh Advent Respon Cepat (ARC) Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi ratusan penyintas longsor melalui kolaborasi dengan GMAHK Jemaat Parongpong dan mahasiswa UNAI, sebagai wujud kepedulian dan penguatan bagi para korban.
JAKARTA.hopechannel.id || Dalam suasana penuh kekhidmatan dan doa, Andy Aaron Fina, SE., M.Ak., Ak., CA., ACPA resmi ditetapkan sebagai Bendahara Hope Channel Indonesia untuk masa jabatan 2026–2030.Penetapan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, sebagai bagian dari peresmian kepemimpinan pelayanan Hope Channel Indonesia.
Tujuh ayat Alkitab yang menguatkan iman di tengah permasalahan dan pencobaan hidup, menolong orang percaya menemukan pengharapan, kekuatan rohani, dan penyertaan Tuhan melalui Firman-Nya serta pembelajaran Kristen yang membangun iman.
Pelayanan Firman Tuhan GMAHK Jemaat Jehovah Rapha Paspampres di Lapas Pondok Bambu pada 8 Januari 2025 berlangsung penuh sukacita dengan tema “Allah Yang Hidup.” Firman dari Yohanes 1:14 menegaskan kehadiran Allah sebagai sumber hidup dan pengharapan bagi 70 warga binaan yang mengikuti ibadah dengan antusias. Selain berkat rohani, dibagikan pula 70 lunch box, dan salah satu warga binaan bersaksi bahwa Firman Tuhan mengubahkan hidupnya dan meneguhkan komitmennya untuk menjadi terang bagi sesama.
Perayaan Natal bersama digelar Lapas Kelas 2A Salemba di Gereja Immanuel pada Kamis (25/12/2025) dengan dihadiri lebih dari 165 peserta, termasuk 115 Warga Binaan Pemasyarakatan. Dalam momen ini, Kepala Lapas Mohammad Fadil memberikan penghargaan kepada 27 mitra kerja serta menandatangani kesepakatan kerja sama pelayanan kerohanian tahun 2026, dilengkapi pembacaan SK Remisi Keagamaan dan persembahan seni dari WBP, sebelum acara ditutup dengan kebersamaan dan sesi foto bersama.
Perayaan Natal di Lapas Perempuan Kelas 2A Pondok Bambu berlangsung khidmat dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dihadiri pimpinan lapas dan mitra kerohanian serta diisi penampilan seni warga binaan dan khotbah penguatan iman. Suasana haru terasa saat sesi pertemuan keluarga yang penuh pelukan rindu, sebelum acara ditutup dengan pesan damai yang mempererat kebersamaan semua pihak.
Sebagai wujud berbagi kasih di akhir tahun, GMAHK Jemaat Anna Maria Leiwakabessy Medan mengunjungi tiga panti asuhan di Kota Medan pada Rabu (24/12/2025) dengan menyalurkan bantuan sembako dan pakaian layak pakai. Kegiatan ini melibatkan seluruh jemaat yang bergotong royong membawa donasi, lalu didistribusikan ke Panti Asuhan Bintang Kasih, Menara Kasih, dan Mutiara Mulia, dengan harapan menghadirkan sukacita dan rasa syukur bagi anak-anak panti asuhan.
Sebagai wujud apresiasi di Hari Ibu Nasional, Rumah Sakit Advent Medan membagikan roti gratis kepada pengunjung dan pasien yang berstatus sebagai Ibu pada Senin (22/12/2025). Pembagian dilakukan ke berbagai ruangan setelah pengumuman dari chaplain RS, dan disambut dengan senyum serta ucapan terima kasih, sebagai ungkapan penghargaan atas kasih, pengorbanan, dan ketulusan para Ibu, disertai doa agar Tuhan memberkati setiap Ibu di Indonesia.
Sebagai bentuk kepedulian, Rumah Sakit Advent Medan mengirim tim ke Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, pada Minggu (15/12/2025) untuk memberikan bantuan makanan, sembako, minuman, dan layanan kesehatan kepada warga terdampak banjir yang merusak hampir seluruh rumah. Dipimpin pimpinan yayasan dan manajemen RS, pelayanan dilakukan selama tiga hari meski dengan keterbatasan, dengan harapan memberi penguatan dan semangat baru bagi masyarakat.









