
Basudara Ministry Nusamba Membuat Sebuah Pelayanan Dengan Tema "KAKA MANGENTE ADE"
MALUKU. hopechannel.id || Sekitar 250 orang dari Nusalaut mengunjungi Ambalau, yang dikemas dalam kegiatan dengan tema “KAKA MANGENTE ADE”
Basudara Ministry Nusamba mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan & pengobatan degan tema "KAKA MANGENTE ADE".
Oct 18, 2023, 8:30 AM
Perlu diketahui bahwa Nusalaut dan Ambalau merupakan saudarah gandong yang hanya di pisahkan oleh pulau yang ada di provinsi Maluku. Nusalaut berada pada wilayah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sedangkan Ambalau berada tepat di Wilayah Kabupaten Buru Selatan (Bursel).
Masyarakat Nusalaut dan Ambalau memilik keyakinan yang berbeda, Nusalaut memiliki 7 Negeri yang masyarakatnya beragama Kristen (Sarane), sedangkan Ambalau juga memiliki 7 Negeri yang masyarakatnya beragama Islam (Salam).

Tetapi walaupun berbeda agama, namun diikat dengan tali ADE-KAKA yang telah dipelihara selama ratusan tahun. Sehingga dalam hubungan kekeluargaan adat inilah persatuan diantara dua pulau, Ambalau dan Nusalaut disingkat menjadi NUSAMBA.
Karena itu, BASUDARA MINISTRY NUSAMBA yang berasal dari Nusalaut, membuat sebuah pelayanan kasih berupa bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.

Kegiatan ini dimulai dari tanggal 13 Oktober 2023 sampai 15 Oktober 2023. Dalam pelayanan yang di-support oleh Keluarga Simauw-Ruus di USA dan beberapa donatur yang peduli dengan pelayanan di Pulau Ambalau, khususnya di Negeri Siwar, Selasi, Elara, BASUDARA MINISTRY – NUSAMBA telah melayani sekitar 200 pasien, dan melakukan operasi minor. Adapun kegiatan ini tidak berpusat pada tempat pengobatan yang dibuat di Balai Negeri, tetapi juga mengadakan pelayanan pengobatan dengan berkunjung ke rumah-rumah mereka yang sakit. (**// Pendeta Imanuel Tanasale_HCI.
Bagikan berita ini...
Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.
Sebanyak 28 peserta SYL JC 2026 menghadiri Perayaan Paskah Pemprov DKI Jakarta di Kota Tua, sebagai bagian praktik pelayanan, sekaligus memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan iman di tengah masyarakat.
Pemuda jemaat Anna Maria Leiwakabessy Medan memperingati Global Youth Day 2026 dengan aksi unik menukar rokok dengan jus di sekitar Kampus USU, sekaligus membagikan traktat kesehatan dan buku rohani untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat.
Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Tim Rumah Sakit Advent Medan menggelar charity clinic di Desa Ajijahe dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian kacamata, melayani 100 pasien sekaligus memperkenalkan pelayanan RS kepada masyarakat.
Pemuda jemaat Germania menggelar aksi bersih lingkungan di Jalan Tanjung Kusta Medan dalam rangka Global Youth Day 2026, sebagai upaya nyata mencegah banjir dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan.
Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.
Bakti Wanita Advent (BWA) JRP melayani di Lapas Pondok Bambu pada 9 April 2026 melalui ibadah, kesaksian, dan pujian bertema “Undangan Menerima Yesus,” yang membawa sukacita rohani bagi sekitar 70 warga binaan.
Para Pathfinder Jemaat Pelita Sumbul Dairi mengadakan pelayanan masyarakat di RSUD Sidikalang dalam rangka Global Youth Day 2026 dengan membagikan 21 buku rohani serta mendoakan pasien dan keluarga, sebagai wujud nyata keberanian pemuda dalam membagikan iman dan menghadirkan pengharapan.
Perayaan Jumat Agung dan Paskah di Lapas Salemba diisi dengan Perjamuan Suci yang dipimpin Pdt. James Situmorang pada 3 April 2026, mengangkat tema “Kerinduan Kristus.” Sebanyak 85 warga binaan mengikuti ibadah dengan khidmat, menerima simbol roti dan anggur, serta dikuatkan melalui pesan kasih, pengampunan, dan harapan baru.









