BELAJAR DARI PERNIKAHAN ZAMAN NUH - Mawar Siahaan | AMPERA Eps.23

Dalam pernikahan, ketaatan kepada hukum Tuhan adalah hal yang penting dan dasar yang kokoh. Ketaatan kepada Allah juga merupakan dasar yang diterapkan Nuh dan keluarganya dalam menghadapi pergumulan. Lantas apakah yang akan terjadi jika kita tidak mengikuti hukum Tuhan mengenai hubungan pernikahan? Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti penjelasan dari Mawar Siahaan

Online since
06/22/2023, 7:04 AM
Categories
Adventists, Bible, Faith, Sermon

Related Episodes

JANGAN KHAWATIR AKAN HIDUP! [Video Iklan Ayat Inspirasi]

Kekhawatiran hidup terkadang sering berada dalam benak pikiran kita. Tak bisa dipungkiri bahwa kita selalu merasa khawatir dengan hidup kita di dunia ini. "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34) Talent: Glainhard Damping

1 min
PERNIKAHAN LANSIA: MENEMUKAN HUBUNGAN ROMANTIS DI USIA TUA!

Halo Hopers ^^, Obsesi Hati kali ini membahas tentang Pernikahan Lansia Pernikan merupakan kondisi dimana dua orang membentuk sebuah ikatan yang diakui secara resmi. Umur dari seseorang merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam suatu pernikahan. Lantas hal apa yang membuat seseorang memilih untuk memilih pernikahan pada saat usia lansia? Mari saksikan siaran langsung Program OBSESI HATI pada malam ini dengan topik "PERNIKAHAN LANSIA"

83 min
Sekolah Sabat Dewasa | Alasan-Alasan Untuk Menghindari Misi - Pelajaran 05 Kuartal IV 2023

Tidak semua orang yang dipanggil dalam misi itu patuh seperti Abraham. Yunus adalah sebuah contoh (bacalah Yunus 1-4). Allah memanggil Yunus untuk berseru kepada Ninewe, ibu kota Asyur. Kota ini, terletak di Irak modern saat ini, berjarak 560 mil dari Yerusalem, dan memakan satu bulan perjalanan untuk tiba di sana. Yunus bukan hanya menolak untuk pergi—dia bahkan lari ke arah yang berlawanan. Ketika tiba di Yafo, dia membeli sebuah tiket kapal untuk ke Tarsis, yang sekarang adalah Spanyol bagian selatan. Berlayar sejauh 2.000 mil akan memakan waktu paling lambat satu bulan, tergantung pada cuaca. Karena tidak ingin berhadapan dengan Raja Asyur, Yunus menggunakan satu bulan untuk melarikan diri yang seharusnya waktu itu ditempuh untuk membawanya ke Niniwe. Mengapakah dia, sebagai seorang hambu Allah, melakukan hal tersebut? Orang-orang Niniwe benar-benar jahat, satu bangsa yang terkenal dengan kejahatan dan kekejaman mereka dan yang juga menyerang Israel dan Yehuda. Namun demikian, Allah memanggil Yunus untuk pergi ke Niniwe dan berseru melawan kefasikan negeri itu (Yun. 1:2). Kata-kata di ayat ini sangat mirip dengan kata-kata yang digunakan Allah ketika berbicara kepada Abraham tentang Sodom dan Gomora, dalam Kejadian 18:20, 21. Seperti yang kita akan lihat nanti, Yunus bukanlah Abraham. Apakah yang bisa kita pelajari tentang sikap Yunus sehubungan dengan alasan-alasan yang dapat kita buat untuk tidak melakukan misi? Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE 05 dengan judul "ALASAN-ALASAN UNTUK MENGHINDARI MISI"

80 min
Sekolah Sabat Dewasa | Panggilan Allah Untuk Misi - Pelajaran 03 Kuartal IV 2023

Terkadang Allah dapat mengeluarkan kita dari zona nyaman kita dan menjadikan kita sebagai saksinya. Kadang-kadang perubahan ini bisa digunakan untuk menyelesaikan tujuan-tujuannya, contohnya adalah ketika terseraknya orang-orang di berbagai tempat pada peristiwa Menara Babel. “Terseraknya mereka ini adalah satu cara untuk memenuhi kembali bumi ini, dan dengan demikian maksud Tuhan telah dilaksanakan melalui satu cara yang telah digunakan manusia untuk menggagalkannya”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld.1, hlm. 132. Sementara itu, Abraham keluar dari negerinya sendiri ke tempat yang lain (Kejadian 12) sebagai satu alat bagi Tuhan untuk bersaksi. Murid-murid Yesus beralih, dari yang tadinya bekerja hanya bagi bangsa mereka sendiri (Kisah Para Rasul 3) sekarang mereka bekerja bagi bangsa lain juga (Kis. 8:1-4). Dalam Kisah Para Rasul 1:8, Yesus meletakkan satu prinsip penginjilan, mereka harus memulai dari tempat di mana mereka berada, yaitu Yerusalem dan Yudea, dan kemudian pergi ke Samaria, dan pada akhirnya, sampai ke ujung-ujung bumi. Tetapi, kalau pun kita tidak meninggalkan negeri kita, Allah tetap menginginkan kita untuk menjangkau orang-orang yang ada di sekeliling kita. Ketika gereja di Yerusalem merasa puas diri, anggota-anggotanya menjadi tersebar. Walaupun penganiayaan datang dan orang-orang ini menderita, hal yang tidak menyenangkan ini menjadi sarana untuk menyebarkan kabar baik ke seluruh dunia. Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE 03 dengan judul "PANGGILAN ALLAH UNTUK MISI"

74 min