
Tembok Yerikho dan Tantangan Iman di Zaman Sekarang
Di tengah tekanan dan penghancuran iman pada zaman ini, umat Tuhan dipanggil meneladani keberanian Yosua yang taat pada janji Allah. Iman yang teguh sanggup meruntuhkan setiap tembok kehidupan, meneguhkan hati yang lemah, dan membawa kemenangan rohani di tengah dunia yang gelap.
IndonesiaOct 9, 2025, 8:00 AM
Dalam perjalanan iman, umat Tuhan sering kali diperhadapkan pada masa-masa ketika seolah kegelapan menang. Tempat ibadah dihancurkan, pengikut Kristus diancam, bahkan kasih mulai dingin di tengah dunia yang penuh kekerasan. Namun sejarah iman membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Seperti di masa Yosua, ketika tembok Yerikho tampak mustahil untuk diruntuhkan, Tuhan menunjukkan bahwa iman yang teguh jauh lebih kuat dari kekuatan manusia. Iman yang sama kini juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman ini.

Baca juga : Harapan Baru untuk Indonesia Semua ’Kan Baik Saja
Iman yang Taat, Bukan Takut
Yosua menghadapi negeri yang penuh benteng dan pasukan kuat, namun ia tidak berperang dengan kekerasan, melainkan dengan ketaatan. Ia mengikuti setiap instruksi Tuhan, bahkan ketika strategi yang diberikan tampak tidak masuk akal, berjalan mengelilingi kota selama tujuh hari. Di masa kini, banyak yang kehilangan keberanian ketika iman mereka diserang atau tempat ibadah mereka dirusak. Tapi seperti Yosua, umat Tuhan harus melangkah dengan keyakinan, bukan dengan ketakutan. Ketaatan membuka jalan bagi mukjizat yang melampaui akal manusia.

Baca juga : Dibalik Ujian Hidup Ada Tangan Tuhan yang Menopang
Ketika Dunia Mengguncang, Tuhan Meneguhkan
Di masa kini, gereja Tuhan menghadapi banyak bentuk “penghancuran”: bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual. Nilai-nilai kebenaran diinjak, dan banyak yang lelah mempertahankan iman di tengah kebencian serta kekerasan. Namun janji Tuhan tetap teguh, Dia yang memegang rancangan damai tidak akan meninggalkan umat-Nya. Justru melalui guncangan inilah, iman sejati dimurnikan dan menjadi terang bagi dunia yang gelap.

Baca juga : Janji Janji Tuhan Bagi Umat-Nya sebagai Pegangan Hidup yang Teguh di Tengah Perubahan
Saat Tembok Runtuh, Kemenangan Dinyatakan
Ketika tembok Yerikho runtuh, itu bukan akhir dari peperangan melainkan awal dari kemenangan iman. Begitu juga di zaman ini, setiap penderitaan dan penghancuran yang dialami umat Tuhan bukanlah kekalahan, tapi panggilan untuk bangkit dalam kemenangan rohani. Tembok kebencian, ketakutan, dan ketidakadilan akan runtuh ketika umat-Nya tetap berdiri dalam kasih dan pengampunan. Tuhan masih sanggup menegakkan nama-Nya di atas puing-puing dunia yang rusak.

Seperti Yosua, kita dipanggil untuk tetap berpegang pada janji Tuhan meski dunia di sekitar kita tampak hancur. Iman bukan sekadar percaya ketika keadaan baik, tetapi tetap taat ketika keadaan gelap. Tuhan yang meruntuhkan Yerikho juga mampu memulihkan kehidupan dan gereja-Nya hari ini.
Mari kuatkan imanmu dan alami kebangunan rohani bersama dalam KKR "Excel in Faith" yang sedang berlangsung pada 4–18 Oktober 2025. Saksikan siarannya secara langsung di:
YouTube : Hope Channel Indonesia
Website : www.hopechannel.id/live-tv
Indihome : Channel 870
Facebook : www.facebodk.com/HopeChannelldTv
Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.
Menghadirkan damai dan pengharapan baru di hati melalui 7 pilihan lagu penuh makna. Setiap lagu mengangkat kisah pengorbanan dan kebangkitan Kristus, menjadi teman refleksi iman yang menenangkan serta memperkuat hubungan rohani dalam suasana penuh sukacita.
Niat baik sering dianggap cukup, tetapi kisah Uza dalam Alkitab membuktikan sebaliknya. Pelanggaran terhadap ketetapan Ilahi, meskipun terlihat sepele, tetap membawa konsekuensi serius. Temukan makna ketaatan sejati dan pelajaran rohani dari peristiwa ini.
Bisnis hampers Lebaran menjadi peluang usaha musiman yang menjanjikan. Dengan ide kemasan kreatif, pilihan produk yang tepat, dan strategi promosi yang efektif, hampers bisa menjadi sumber keuntungan menarik saat momen Hari Raya tiba.
Persahabatan di tengah perbedaan keyakinan menunjukkan bahwa toleransi, rasa hormat, dan sikap saling menghargai dapat membangun hubungan yang kuat. Dalam kehidupan yang penuh keberagaman, persahabatan mampu menjadi jembatan yang menyatukan orang-orang dari latar belakang iman yang berbeda sehingga tercipta keharmonisan, pengertian, dan kedamaian dalam kehidupan bersama.
Puasa pertama kali bagi non-Muslim bisa menjadi pengalaman yang membuka wawasan, meningkatkan kesehatan, melatih ketahanan mental, serta menumbuhkan empati lintas keyakinan. Simak manfaat dan dampak positifnya secara lengkap di sini.
Imlek 2026 memasuki Tahun Kuda Api yang penuh semangat, perubahan, dan harapan baru. Dibahas makna Imlek 2026, simbol dan tradisi yang dijaga, refleksi menyambut tahun baru, serta ucapan Imlek yang umum digunakan di Indonesia lengkap dengan artinya, disajikan secara netral dan toleran.
Tujuh ayat Alkitab yang menguatkan iman di tengah permasalahan dan pencobaan hidup, menolong orang percaya menemukan pengharapan, kekuatan rohani, dan penyertaan Tuhan melalui Firman-Nya serta pembelajaran Kristen yang membangun iman.
Sekolah Sabat Remaja menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengenal Firman Tuhan, membangun karakter, dan menemukan komunitas yang sehat. Dengan pendekatan dialogis dan relevan, Sekolah Sabat membantu remaja menghadapi tantangan hidup modern tanpa merasa dihakimi. Artikel ini membahas bagaimana Sekolah Sabat Remaja dapat membentuk iman, memperkuat karakter, dan menuntun mereka memiliki relasi yang hidup bersama Kristus.
Di balik sosok dewasa yang tampak kuat, sering tersembunyi anak kecil yang masih membawa luka lama. Luka yang tak pernah disembuhkan itu dapat membentuk pola asuh beracun yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui proses berdamai dengan inner child, kita belajar memahami sumber rasa sakit, memaafkan masa lalu, dan menciptakan pola cinta yang baru. Inilah langkah awal untuk membebaskan diri dari rantai toxic parenting dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri dan anak-anak kita.










