Siapa Saja Yang Bisa Terperangkap Oleh Nafsu?
24 Juli Nafsu

Siapa Saja Yang Bisa Terperangkap Oleh Nafsu?

Jul 24, 2021, 3:48 AM

Raja Daud adalah seorang raja yang hebat, tetapi pada suatu saat dia menjadi raja yang jahat.

Benar Daud kalahkan musuh besar yaitu Goliat, tapi terhadap seorang tentaranya yang mencintai dia, Daud berkhianat. Itu disebabkan oleh suatu nafsu sex.

Kitab 2 Samuel 11 menceritakan bahwa pada suatu malam musim semi yang nyaman, Daud melihat dari sotoh “seorang wanita yang sangat cantik” sedang mandi di rumahnya. Dorongan nafsu seksnya tampil. Lalu, tidak peduli istri-istrinya yang ada, dia tiduri Batsyeba, istri Uria, seorang tentaranya yang sangat setia.

Lalu Batsyeba hamil. Daud panik. Setelah berbagai usaha menutupi dosanya gagal, kecerdasan perangnya yang tinggi dia gunakan untuk suatu kekejian. Daud menyuruh Yoab. 2 Samuel 11:15, "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati."

Dan benar, kesetiaan dan semangat keberanian Uria mengakibatkan dia mati. Sesuai dengan rencana Daud.

Kita hidup di jaman nafsu sex yang sangat tidak terkendali. Penyimpangan dan kejahatan sex tampil dengan segala bentuk. Perselingkuhan Pemerkosaan, Pelecehan sex, Eksploitasi seksual, Prostitusi, Perbudakan sex, Inses, Pedofil, Homoseksual, Pornografi.

Ini adalah era “Just Do It” kalau anda inginkan lakukan saja. Ini adalah era “Yang Penting Rasanya Bung”. Keinginan dan nafsu menjadi standar kebenaran. Kesenangan dan kenikmatan diri menjadi bentuk ibadah yang paling dipromosikan.

Yang menyedihkan adalah bahwa seperti Daud, banyak orang yang baik, banyak orang yang rohani, banyak orang yang bertalenta, banyak orang yang hebat, oleh karena nafsu menjadi jahat.

Dari pengalaman jahat Daud, kita perlu mengingat bahwa keindahan sex sesungguhnya adalah karunia besar Tuhan bagi pernikahan. Ada dua hal mulia di dalam sex: Pertama, itu adalah momen yang kudus di dalam memperkuat komitmen cinta kasih tiga tokoh yaitu suami, istri, dan Tuhan. Kedua, itu juga adalah kesempatan mulia dan menyenangkan yang Tuhan berikan kepada manusia untuk terlibat di dalam kegiatan penciptaan kehidupan di atas muka bumi. “Berbuahlah dan berlipat gandalah,” Tuhan perintahkan (Kej. 9:7).

Itu sebabnya dorongan sex adalah memperindah kehidupan. Namun di luar pernikahan, itu adalah nafsu yang menghancurkan kehidupan.

Efesus 5:3 mengatakan, jangan berikan peluang sedikitpun kepada nafsu. Berkembang dipikiran, disebutkan mulut pun jangan! Mengapa? Karena nafsu sulit dipadamkan.

Karena, Efesus 4:19, katakan: “Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.” Artinya, Setelah kehilangan semua kepekaan, mereka telah menyerahkan diri mereka pada sensualitas untuk menikmati setiap jenis kenajisan, dengan nafsu yang terus-menerus untuk lebih.

Saudara, apakah ada definisi nafsu seks?

John Piper menjelaskan, “Nafsu adalah hasrat seksual tanpa kehormatan dan tanpa kekudusan.” Nafsu seks sesungguhnya adalah keinginan penyembahan berhala yang menolak rancangan Tuhan dan mencari kepuasan di luar Tuhan.

Saudara, pujilah Tuhan atas karunia seks. Di dalam pernikahan, gairah seks adalah kudus. Di luar, adalah liar. Laksanakanlah pengalaman seks itu untuk mempererat ikatan dengan pasangan anda dan dengan Tuhan di dalam keindahan dan kenikmatan.

#ItuKeren. Kehidupan Dalam Rencana Tuhan

“BEJANA PEMBASUHAN” (Keluaran 30)

Makna rohani bejana pembasuhan dalam Keluaran 30:17-21 mengajarkan pentingnya refleksi diri dan penyucian sebelum datang kepada Tuhan. Melalui simbol cermin dan air, kita diingatkan untuk hidup kudus, meninggalkan dosa, dan siap masuk hadirat-Nya.

“PELAJARAN DARI MASA DAN MERIBA” (Keluaran 17)

Renungan dari Keluaran 17 tentang Masa dan Meriba mengajarkan bahwa Tuhan selalu bertanggung jawab atas setiap perintah-Nya. Belajar dari sikap Israel dan Musa, kita diajak mengandalkan Tuhan sebagai Gunung Batu yang memberi pertolongan di tengah pergumulan hidup.

Manna dalam Keluaran 16: Pelajaran Hidup Secukupnya dan Iman di Tengah Kekurangan

Kisah manna dalam Keluaran 16 mengajarkan tentang pemeliharaan Tuhan, keluhan manusia, dan prinsip hidup secukupnya. Di tengah keterbatasan, Tuhan membentuk iman, kepercayaan harian, serta disiplin rohani yang relevan bagi kehidupan modern saat ini.

Pengaruh Manajemen Waktu terhadap Hasil Belajar Siswa

Manajemen waktu menjadi kunci penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan mengatur waktu secara efektif, siswa dapat lebih disiplin, mengurangi stres, menghindari prokrastinasi, dan mencapai prestasi akademik yang lebih optimal.

Scroll Tanpa Henti: Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Mengganggu Kesehatan Mental

Scrolling tanpa henti di media sosial sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kesehatan mental. Kebiasaan ini memicu overthinking, kecemasan, digital burnout, hingga gangguan tidur. Kenali dampaknya dan mulai atur penggunaan gadget dengan lebih bijak.

Terafim dalam Kejadian 31: Arti, Fungsi, dan Pelajaran Iman dari Kisah Rahel

Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.

Membangun Toleransi Antar Agama: Pentingnya Menghindari Prasangka terhadap Perbedaan Keyakinan

Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.

SHEMA dan PEMAHAMAN TRINITAS berdasarkan Ulangan 6

Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.

7 Lagu Menyentuh Hati di Momen Paskah dan Refleksi Iman

Menghadirkan damai dan pengharapan baru di hati melalui 7 pilihan lagu penuh makna. Setiap lagu mengangkat kisah pengorbanan dan kebangkitan Kristus, menjadi teman refleksi iman yang menenangkan serta memperkuat hubungan rohani dalam suasana penuh sukacita.

Niat Baik Tapi Salah - Uza dan Pelajaran Ketaatan yang Sering Diabaikan

Niat baik sering dianggap cukup, tetapi kisah Uza dalam Alkitab membuktikan sebaliknya. Pelanggaran terhadap ketetapan Ilahi, meskipun terlihat sepele, tetap membawa konsekuensi serius. Temukan makna ketaatan sejati dan pelajaran rohani dari peristiwa ini.