
Pelmas Mahasiswa STFT Surya Nusantara
Hopechannel.id || Pada Kamis, 7 Maret 2024, 25 mahasiswa Theologia Tingkat II yang mengikuti kelas Pelayanan Masyarakat melakukan kegiatan pelayanan di sepanjang jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, dari jam 16.00 hingga 17.30 WIB.
Pada tanggal 7 Maret 2024, pukul 16.00-17.30 WIB, 25 mahasiswa Theologia Tingkat II yang mengikuti kelas Pelayanan Masyarakat melakukan kegiatan membersihkan jalan Darussalam di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba. Mereka menggunakan sapu lidi dan alat kebersihan lainnya untuk membersihkan sampah di sekitar jalan menuju Pondok Pesantren Darussalam.
IndonesiaMar 20, 2024, 9:04 AM
Pada hari Kamis tgl 7 Maret 2024. Tepatnya jam 16.00-17.30 WIB. Mahasiswa Theologia Tingkat Ii, pengikut kelas Pelayanan Masyarakat yang berjumlah 25 orang melakukan kegiatan pelayanan masyarakat di sepanjang jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.

Adapun kegiatan pelayanan masyarakat yang dilakukan adalah membersihkan jalan Darussalam. Para mahasiswa yang menggunakan sapu lidi, dan berbagai alat kebersihan lainnya dengan bersemangat membersihkan sampah yang bertebaran di sekitar jalan menuju Pondok Pesantren Darussalam.

Ketua RT kampus SLA PTASN, Pdt D Muntu dan Lurah Pondok Sayur pada waktu mengadakan sidak kebersihan lingkungan, sangat mengapresiasi kerja keras para pemuda dalam membersihkan lingkungan sekitar jalan Darussalam.

Ketua STFT Surya Nusantara, Pdt J Sianipar menyatakan bahwa kelas Pelmas merupakan mata kuliah yang bwrdampak langsung kepada masyarakat di sekitar kampus.
Semoga dengan kegiatan pelayanan masyarakat ini, kampus SLA PTASN semakin dikenal oleh masyarakat luas, dan lebih banyak yang datang!

Pdt J. Sianipar HCINews
Dialog antarumat beragama menjadi salah satu kunci menjaga persatuan Indonesia yang majemuk. Melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan pemahaman yang lebih dalam, masyarakat dapat membangun toleransi, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan yang damai.
Pelajari makna mendalam kayu aras, hisop, dan kain kirmizi dalam Bilangan 19. Ketiga simbol ini menunjuk kepada pengorbanan Yesus Kristus yang menyucikan, menebus, dan memberikan hidup kekal bagi manusia melalui kematian-Nya di kayu salib.
Makna rohani bejana pembasuhan dalam Keluaran 30:17-21 mengajarkan pentingnya refleksi diri dan penyucian sebelum datang kepada Tuhan. Melalui simbol cermin dan air, kita diingatkan untuk hidup kudus, meninggalkan dosa, dan siap masuk hadirat-Nya.
Renungan dari Keluaran 17 tentang Masa dan Meriba mengajarkan bahwa Tuhan selalu bertanggung jawab atas setiap perintah-Nya. Belajar dari sikap Israel dan Musa, kita diajak mengandalkan Tuhan sebagai Gunung Batu yang memberi pertolongan di tengah pergumulan hidup.
Kisah manna dalam Keluaran 16 mengajarkan tentang pemeliharaan Tuhan, keluhan manusia, dan prinsip hidup secukupnya. Di tengah keterbatasan, Tuhan membentuk iman, kepercayaan harian, serta disiplin rohani yang relevan bagi kehidupan modern saat ini.
Manajemen waktu menjadi kunci penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan mengatur waktu secara efektif, siswa dapat lebih disiplin, mengurangi stres, menghindari prokrastinasi, dan mencapai prestasi akademik yang lebih optimal.
Scrolling tanpa henti di media sosial sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kesehatan mental. Kebiasaan ini memicu overthinking, kecemasan, digital burnout, hingga gangguan tidur. Kenali dampaknya dan mulai atur penggunaan gadget dengan lebih bijak.
Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.
Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.
Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.









