
Berbohong Demi Kebaikan, Boleh?
Oct 21, 2021, 8:00 AM
Di dalam Alkitab kalau membahas tentang ini, pasti akan dihubungkan dengan cerita Rahab...
Yang disangka berbohong kepada penduduk Yeriko tentang 2 orang mata-mata orang Israel yang datang untuk mengintai Kota Yeriko. Cerita ini terdapat dalam Yosua 2.
Rahab mengatakan kepada orang-orang Yeriko bahwa 2 orang itu telah pergi, padahal Rahab menyembunyikan mereka.
Nah, siapakah Rahab? Rahab adalah seorang perempuan sundal. Rahab pernah mendengar tentang Allah tetapi pengetahuan Rahab tentang Allah dan Firman Allah sangat terbatas. Namun, Rahab dipuji karena iman dan perbuatannya yang menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik (Ibrani 11:31)
-------------
Kisah yang lain yang terdapat dalam 1 Raja-raja 13 tentang Nabi muda dan Nabi Tua
Ada seorang nabi muda yang disuruh datang oleh Tuhan untuk menegur Raja Yerobeam karena menyembah berhala.
Lalu ada seorang nabi tua menghampiri nabi muda untuk mengajak nabi muda singgah di rumahnya, tetapi nabi muda ini tidak mau singgah.
Nabi tua mulai berbohong, lalu nabi tua ini berkata; atas perintah Tuhan, seorang malaikat telah berkata kepadaku, bawa dia (nabi muda) pulang dan berikan makan roti serta minum air... Karena dia (nabi tua) seorang nabi yang mengetahui 10 hukum dan isi hukum ke 9 mengatakan jangan mengucapkan saksi dusta, tetapi dia malah melakukannya...
1 Raja-raja 13:18
Lalu jawabnya kepadanya: "Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." Tetapi ia berbohong kepadanya.
Jadi, di sini sangat jelas bahwa Rahab yang memiliki pengetahuan terbatas dan Allah yang Maha Tahu dan Maha Adil mengetahuinya tidak ada catatan dalam Alkitab yang menyebut dia berbohong. Justru, Nabi Tua yang memiliki pengetahuan yang tinggi malah melakukan KEBOHONGAN seperti yang tertulis dalam 1 Raja-raja 13:18.
Menghadirkan damai dan pengharapan baru di hati melalui 7 pilihan lagu penuh makna. Setiap lagu mengangkat kisah pengorbanan dan kebangkitan Kristus, menjadi teman refleksi iman yang menenangkan serta memperkuat hubungan rohani dalam suasana penuh sukacita.
Niat baik sering dianggap cukup, tetapi kisah Uza dalam Alkitab membuktikan sebaliknya. Pelanggaran terhadap ketetapan Ilahi, meskipun terlihat sepele, tetap membawa konsekuensi serius. Temukan makna ketaatan sejati dan pelajaran rohani dari peristiwa ini.
Bisnis hampers Lebaran menjadi peluang usaha musiman yang menjanjikan. Dengan ide kemasan kreatif, pilihan produk yang tepat, dan strategi promosi yang efektif, hampers bisa menjadi sumber keuntungan menarik saat momen Hari Raya tiba.
Persahabatan di tengah perbedaan keyakinan menunjukkan bahwa toleransi, rasa hormat, dan sikap saling menghargai dapat membangun hubungan yang kuat. Dalam kehidupan yang penuh keberagaman, persahabatan mampu menjadi jembatan yang menyatukan orang-orang dari latar belakang iman yang berbeda sehingga tercipta keharmonisan, pengertian, dan kedamaian dalam kehidupan bersama.
Puasa pertama kali bagi non-Muslim bisa menjadi pengalaman yang membuka wawasan, meningkatkan kesehatan, melatih ketahanan mental, serta menumbuhkan empati lintas keyakinan. Simak manfaat dan dampak positifnya secara lengkap di sini.
Imlek 2026 memasuki Tahun Kuda Api yang penuh semangat, perubahan, dan harapan baru. Dibahas makna Imlek 2026, simbol dan tradisi yang dijaga, refleksi menyambut tahun baru, serta ucapan Imlek yang umum digunakan di Indonesia lengkap dengan artinya, disajikan secara netral dan toleran.
Tujuh ayat Alkitab yang menguatkan iman di tengah permasalahan dan pencobaan hidup, menolong orang percaya menemukan pengharapan, kekuatan rohani, dan penyertaan Tuhan melalui Firman-Nya serta pembelajaran Kristen yang membangun iman.
Sekolah Sabat Remaja menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengenal Firman Tuhan, membangun karakter, dan menemukan komunitas yang sehat. Dengan pendekatan dialogis dan relevan, Sekolah Sabat membantu remaja menghadapi tantangan hidup modern tanpa merasa dihakimi. Artikel ini membahas bagaimana Sekolah Sabat Remaja dapat membentuk iman, memperkuat karakter, dan menuntun mereka memiliki relasi yang hidup bersama Kristus.
Di balik sosok dewasa yang tampak kuat, sering tersembunyi anak kecil yang masih membawa luka lama. Luka yang tak pernah disembuhkan itu dapat membentuk pola asuh beracun yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui proses berdamai dengan inner child, kita belajar memahami sumber rasa sakit, memaafkan masa lalu, dan menciptakan pola cinta yang baru. Inilah langkah awal untuk membebaskan diri dari rantai toxic parenting dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri dan anak-anak kita.
Temukan bagaimana Firman Tuhan menjadi pelita bagi hidup, menjawab doa, mengubah hati, dan menuntun langkah dalam kebersamaan rohani. Sebuah pembahasan mendalam yang mengajak setiap pembaca untuk mengenal hikmat Tuhan dan menemukan kekuatan di tengah kehidupan yang penuh tantangan.









