Apa yang dimaksud dengan Bahasa Roh?
Bahasa ROh

Apa yang dimaksud dengan Bahasa Roh?

Pdt. Richard SabuinOct 12, 2021, 8:07 AM

Bahasa Roh merupakan salah satu karunia Roh dan kemampuan untuk menafsirkan atau menerjemahkan Bahasa Roh, itu juga merupakan Karunia Roh Kudus...

Jadi, bilamana ada bahasa yang orang itu sendiri tidak mengerti dan orang lain juga tidak mengerti, itu bukan Bahasa Roh...

Karena Bahasa Roh menurut 1 Korintus 12 : 10 ialah bahasa yang bisa ditafsirkan atau diterjemahkan oleh orang lain.

Nah, apa yang menjadi tujuan dan cara penggunaan Bahasa Roh? Dalam hal apa Bahasa Roh dapat digunakan?

Yang menjadi tujuan dari Bahasa Roh ialah untuk membangun.

Adapun syarat untuk menggunakan Bahasa Roh yang terdapat dalam 1 Korintus 14 : 27, 28 antara lain:

1. Berbicara Bahasa Roh cukup 2 atau 3 orang

2. Harus berbicara seorang dengan seorang atau dilakukan secara bergantian

3. Kalau ada yang bisa berbicara Bahasa Roh, maka harus ada yang menafsirkan atau menerjemahkan.

Jadi, Bahasa Roh itu bersifat untuk membangun karena Roh Kudus langsung yang bekerja atas bahasa tersebut...

Sumber Artikel:
Program TAJAM

“BEJANA PEMBASUHAN” (Keluaran 30)

Makna rohani bejana pembasuhan dalam Keluaran 30:17-21 mengajarkan pentingnya refleksi diri dan penyucian sebelum datang kepada Tuhan. Melalui simbol cermin dan air, kita diingatkan untuk hidup kudus, meninggalkan dosa, dan siap masuk hadirat-Nya.

“PELAJARAN DARI MASA DAN MERIBA” (Keluaran 17)

Renungan dari Keluaran 17 tentang Masa dan Meriba mengajarkan bahwa Tuhan selalu bertanggung jawab atas setiap perintah-Nya. Belajar dari sikap Israel dan Musa, kita diajak mengandalkan Tuhan sebagai Gunung Batu yang memberi pertolongan di tengah pergumulan hidup.

Manna dalam Keluaran 16: Pelajaran Hidup Secukupnya dan Iman di Tengah Kekurangan

Kisah manna dalam Keluaran 16 mengajarkan tentang pemeliharaan Tuhan, keluhan manusia, dan prinsip hidup secukupnya. Di tengah keterbatasan, Tuhan membentuk iman, kepercayaan harian, serta disiplin rohani yang relevan bagi kehidupan modern saat ini.

Pengaruh Manajemen Waktu terhadap Hasil Belajar Siswa

Manajemen waktu menjadi kunci penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan mengatur waktu secara efektif, siswa dapat lebih disiplin, mengurangi stres, menghindari prokrastinasi, dan mencapai prestasi akademik yang lebih optimal.

Scroll Tanpa Henti: Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Mengganggu Kesehatan Mental

Scrolling tanpa henti di media sosial sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kesehatan mental. Kebiasaan ini memicu overthinking, kecemasan, digital burnout, hingga gangguan tidur. Kenali dampaknya dan mulai atur penggunaan gadget dengan lebih bijak.

Terafim dalam Kejadian 31: Arti, Fungsi, dan Pelajaran Iman dari Kisah Rahel

Terafim dalam Kejadian 31 menyimpan makna penting tentang iman dan kepercayaan. Mengapa Rahel mencuri berhala ini? Apakah karena takut atau berharap berkat? Pelajari arti terafim, fungsinya, serta pelajaran rohani tentang ketergantungan kepada Tuhan.

Membangun Toleransi Antar Agama: Pentingnya Menghindari Prasangka terhadap Perbedaan Keyakinan

Membangun toleransi antar agama menjadi kunci penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Dengan menghindari prasangka terhadap agama lain dan menghargai perbedaan keyakinan, tercipta hubungan yang harmonis, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.

SHEMA dan PEMAHAMAN TRINITAS berdasarkan Ulangan 6

Makna Shema dalam Ulangan 6:4 menegaskan keesaan Allah dalam Kekristenan. Pelajari hubungan monoteisme dan doktrin Trinitas berdasarkan Alkitab, dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, serta perkembangan pemahamannya dalam sejarah gereja.

7 Lagu Menyentuh Hati di Momen Paskah dan Refleksi Iman

Menghadirkan damai dan pengharapan baru di hati melalui 7 pilihan lagu penuh makna. Setiap lagu mengangkat kisah pengorbanan dan kebangkitan Kristus, menjadi teman refleksi iman yang menenangkan serta memperkuat hubungan rohani dalam suasana penuh sukacita.

Niat Baik Tapi Salah - Uza dan Pelajaran Ketaatan yang Sering Diabaikan

Niat baik sering dianggap cukup, tetapi kisah Uza dalam Alkitab membuktikan sebaliknya. Pelanggaran terhadap ketetapan Ilahi, meskipun terlihat sepele, tetap membawa konsekuensi serius. Temukan makna ketaatan sejati dan pelajaran rohani dari peristiwa ini.