
Oleh Willie dan Elaine OliverJan 10, 2022, 8:22 AM
Terlepas dari tekanan luar biasa yang mana pandemi telah bebankan dalam keluarga, ada hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga diri mereka dan anak-anak mereka dalam hal kesehatan emosional selama masa ketidakstabilan dan ketidakpastian ini:
1. Tanyakan kepada anak-anak Anda apa yang mereka pikirkan dan dengarkan mereka. Bahkan jika mereka mengatakan hal-hal yang mungkin membuat Anda khawatir karena itu bisa saja benar, jangan gusar atau jangan biarkan itu terlihat di wajah Anda. Anak-anak Anda membutuhkan tempat yang aman untuk berbicara dan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan mereka, dan tergantung kepada Anda untuk menyediakannya.
2. Tetapkan teladan yang ingin Anda ikuti di rumah Anda. Jaga diri Anda secara spiritual, fisik, emosional dan sosial. Habiskan waktu pribadi dengan Tuhan setiap hari, makan makanan bergizi, olahraga teratur, minum banyak air, dapatkan sinar matahari setiap hari jika memungkinkan, berlatih kesederhanaan, hirup udara segar secara teratur dengan berjalan di luar jika memungkinkan (dengan tetap menjaga jarak sosial), istirahat yang cukup setiap hari (mencoba tidur minimal 7,5 jam per malam), percaya pada janji Tuhan, berlatih berpikir positif, dan terhubung dengan teman dan orang yang dicintai secara teratur melalui sarana elektronik (e-mail, telepon, WhatsApp atau Zoom).
3. Berlatihlah menjadi sabar dan baik hati setiap hari (1 Korintus 13:4).
4. Hidup oleh buah Roh (Galatia 5:22, 23).
5. Berdoalah bersama anak-anak Anda secara teratur (adakan ibadah keluarga setiap hari). Biarkan pikiran Anda diarahkan kepada Tuhan yang telah berjanji tidak pernah meninggalkan Anda (Matius 28:20), untuk menjaga Anda dalam kedamaian yang sempurna (Yesaya 26:3) dan menyediakan semua kebutuhan Anda (Filipi 4:19).
Willie Oliver, sosiolog keluarga, konselor pastoral dan pendidik kehidupan keluarga yang bersertifikat, ia adalah direktur Pelayanan Rumah Tangga di General Conference GMAHK.
Elaine P. Oliver, seorang konselor profesional klinis berlisensi dan pendidik kehidupan keluarga yang bersertifikat, ia adalah wakil direktur Pelayanan Rumah Tangga di General Conference GMAHK.
Temukan makna merdeka rohani menurut Alkitab melalui kebebasan dari dosa, pembaruan hati, hidup dalam kebenaran, kasih yang melayani, dan pengharapan kekal di dalam Kristus. Sebuah renungan yang mengajak kita mengalami kebebasan sejati yang mengubah hidup setiap hari.
Temukan makna investasi kekal menurut Alkitab melalui iman, ketaatan, kesetiaan, dan kemurahan hati. Pelajari bagaimana setiap keputusan yang mengutamakan Tuhan menjadi harta di surga serta membawa berkat bagi kehidupan sekarang maupun kehidupan yang kekal.
Salib Kristus menjadi kuasa bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Pelajari mengapa pengorbanan Yesus di kayu salib membawa pendamaian, keselamatan, dan hidup baru, sekaligus menjadi pembeda antara mereka yang menerima dan menolak anugerah Allah.
Dialog antarumat beragama menjadi salah satu kunci menjaga persatuan Indonesia yang majemuk. Melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan pemahaman yang lebih dalam, masyarakat dapat membangun toleransi, memperkuat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan yang damai.
Pelajari makna mendalam kayu aras, hisop, dan kain kirmizi dalam Bilangan 19. Ketiga simbol ini menunjuk kepada pengorbanan Yesus Kristus yang menyucikan, menebus, dan memberikan hidup kekal bagi manusia melalui kematian-Nya di kayu salib.
Makna rohani bejana pembasuhan dalam Keluaran 30:17-21 mengajarkan pentingnya refleksi diri dan penyucian sebelum datang kepada Tuhan. Melalui simbol cermin dan air, kita diingatkan untuk hidup kudus, meninggalkan dosa, dan siap masuk hadirat-Nya.
Renungan dari Keluaran 17 tentang Masa dan Meriba mengajarkan bahwa Tuhan selalu bertanggung jawab atas setiap perintah-Nya. Belajar dari sikap Israel dan Musa, kita diajak mengandalkan Tuhan sebagai Gunung Batu yang memberi pertolongan di tengah pergumulan hidup.
Kisah manna dalam Keluaran 16 mengajarkan tentang pemeliharaan Tuhan, keluhan manusia, dan prinsip hidup secukupnya. Di tengah keterbatasan, Tuhan membentuk iman, kepercayaan harian, serta disiplin rohani yang relevan bagi kehidupan modern saat ini.
Manajemen waktu menjadi kunci penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan mengatur waktu secara efektif, siswa dapat lebih disiplin, mengurangi stres, menghindari prokrastinasi, dan mencapai prestasi akademik yang lebih optimal.
Scrolling tanpa henti di media sosial sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kesehatan mental. Kebiasaan ini memicu overthinking, kecemasan, digital burnout, hingga gangguan tidur. Kenali dampaknya dan mulai atur penggunaan gadget dengan lebih bijak.