Content blocked following your privacy preferences
This content is not being displayed in order to fullfil your privacy preferences (you didn't accept 'YouTube').
Do you want to see this anyways? You can change your preferences here:
Faithbook
#TokohAlkitab - Kasih, Kesetiaan, dan Kebahagian dari kisah seorang lelaki dalam Kitab Rut
Hai Hopers, #TokohAlkitab yang akan kita bahas hari ini adalah seseorang yang menggambarkan kasih dan kebaikan dalam tindakan seorang lelaki yang menjadi bagian dari silsilah keluarga Yesus Kristus. Kisah #tokohalkitab dimulai ketika seorang perempuan Moab bernama Rut, bersama dengan ibu mertuanya Naomi, datang ke Bethlehem pada masa kelaparan di tanah Israel. Naomi adalah seorang Israel yang telah tinggal di Moab bersama suami dan dua anak laki-lakinya. Setelah suaminya meninggal, Naomi memutuskan untuk kembali ke tanah Israel, dan Rut, menolak meninggalkannya, bersumpah untuk tetap setia kepada Naomi dan untuk menyembah Allah Israel. Rut dan Naomi tiba di Bethlehem saat awal panen jelai. Ruth pergi untuk memungut jelai yang jatuh di ladang-ladang untuk memberikan makan bagi mereka berdua. Tanah tempat dia pergi adalah milik seorang laki-laki kaya, yang juga merupakan kerabat dekat keluarga Naomi. #tokohalkitab adalah seorang pria yang saleh dan adil. Kisah #tokohalkitab menunjukkan kesetiaan, kasih sayang, dan kemurahan hati Allah. #TokohAlkitab ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana seseorang dapat menjadi berkat bagi orang lain dengan cara memperlihatkan kasih sayang dan kebaikan hati. Selain itu, kisah Boas juga menunjukkan bahwa Allah dapat menggunakan perbuatan baik dan kesetiaan seseorang untuk membangun rencana-Nya dalam sejarah keluarga dan bangsa. Seperti apa itu? Yuk, ikuti pelajaran tokoh alkitab episode kali ini 😊
Related Episodes
Diskusi Sekolah Sabat
Sekolah Sabat Dewasa | Misi Kepada Sesama Saya - Pelajaran 07 Kuartal IV 2023
Kita semua mengetahui ayat berikut ini, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu" (Luk. 10:27). Namun, kasih kita kepada Allah bisa menjadi dangkal jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Allah tetapi tidak menuruti-Nya. Kita berpikir bahwa kita mengasihi Allah, tetapi bagaimanakah kasih ini ditunjukkan dalam kehidupan kita sehari-hari? Mengasihi Allah membutuhkan komitmen penuh dari hati, jiwa, tubuh, dan pikiran kita setiap hari. Siapa saja bisa mengatakan bahwa dia mengasihi Allah; tetapi, melakukan hal ini membutuhkan usaha yang benar-benar disadari. Namun demikian, walaupun mengasihi Allah itu baik dan penting, Allah juga mau kita mengasihi sesama, karena kasih kita bagi sesama merefleksikan kasih kita kepada Allah, dan itu benar-benar terlihat dalam sebuah cara yang benar-benar nyata dan memiliki pengaruh yang kuat. I Yohanes 4:20 menyatakan, "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya." Paulus juga mengatakan dalam Galatia 5:14 bahwa "Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: 'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!' " Pekan ini kita akan belajar bagaimana pelajaran ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita. Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE 07 dengan judul "MISI KEPADA SESAMA SAYA"
Diskusi Sekolah Sabat
Sekolah Sabat Dewasa | Motivasi dan Persiapan untuk Misi - Pelajaran 06 Kuartal IV 2023
Paulus menulis kata-kata ini kepada jemaat Filipi: "Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita" (Flp. 1:15-18). Sungguh kata-kata yang sangat berkuasa! Baik dengan "maksud palsu maupun dengan jujur" Kristus diberitakan—dan bagi Paulus itulah yang penting. Seharusnya, secara ideal motif kita untuk memberitakan Kristus, untuk misi, dan untuk menjangkau orang lain dengan kabar baik ini, harus keluar karena kasih, dan karena kebenaran—dan bukan karena ambisi diri, kecemburuan, atau pertengkaran. Jadi, apa sajakah motivasi untuk memberitakan Kristus, dan apa sajakah cara yang bisa kita persiapkan untuk melakukan hal ini? Pekan ini kita akan melihat beberapa peristiwa dalam kehidupan gereja mula-mula yang bisa memberikan kepada kita tuntunan pada bagian-bagian penting misi ini. Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE 06 dengan judul "MOTIVASI DAN PERSIAPAN UNTUK MISI"
Diskusi Sekolah Sabat
Sekolah Sabat Dewasa | Alasan-Alasan Untuk Menghindari Misi - Pelajaran 05 Kuartal IV 2023
Tidak semua orang yang dipanggil dalam misi itu patuh seperti Abraham. Yunus adalah sebuah contoh (bacalah Yunus 1-4). Allah memanggil Yunus untuk berseru kepada Ninewe, ibu kota Asyur. Kota ini, terletak di Irak modern saat ini, berjarak 560 mil dari Yerusalem, dan memakan satu bulan perjalanan untuk tiba di sana. Yunus bukan hanya menolak untuk pergi—dia bahkan lari ke arah yang berlawanan. Ketika tiba di Yafo, dia membeli sebuah tiket kapal untuk ke Tarsis, yang sekarang adalah Spanyol bagian selatan. Berlayar sejauh 2.000 mil akan memakan waktu paling lambat satu bulan, tergantung pada cuaca. Karena tidak ingin berhadapan dengan Raja Asyur, Yunus menggunakan satu bulan untuk melarikan diri yang seharusnya waktu itu ditempuh untuk membawanya ke Niniwe. Mengapakah dia, sebagai seorang hambu Allah, melakukan hal tersebut? Orang-orang Niniwe benar-benar jahat, satu bangsa yang terkenal dengan kejahatan dan kekejaman mereka dan yang juga menyerang Israel dan Yehuda. Namun demikian, Allah memanggil Yunus untuk pergi ke Niniwe dan berseru melawan kefasikan negeri itu (Yun. 1:2). Kata-kata di ayat ini sangat mirip dengan kata-kata yang digunakan Allah ketika berbicara kepada Abraham tentang Sodom dan Gomora, dalam Kejadian 18:20, 21. Seperti yang kita akan lihat nanti, Yunus bukanlah Abraham. Apakah yang bisa kita pelajari tentang sikap Yunus sehubungan dengan alasan-alasan yang dapat kita buat untuk tidak melakukan misi? Saksikan PELAJARAN SEKOLAH SABAT KE 05 dengan judul "ALASAN-ALASAN UNTUK MENGHINDARI MISI"



