Article

Rumah Baru Bagi Philippine Publishing House, Jadi Salah Satu Percetakan Advent Terbesar di Asia

Jakarta.hopechannel.id || Tak ada yang menyangka Sebuah tempat kecil yang rusak akan menjadi salah satu percetakan Advent terbesar di Asia? Puluhan tahun kemudian, didirikan di atas dasar iman dan semangat, didorong oleh sejarah yang kaya dari pelayanan yang berbuah dan di tengah rintangan dan tantangan saat itu, Philippine Publishing House (PPH) secara resmi pindah ke rumah barunya di Silang, Cavite, Filipina pada 19 Januari 2022.

 

"Akhirnya menjadi kenyataan" kata presiden petahana Florante Ty. “Awalnya tantangan sepertinya tidak bisa diatasi, tapi saya ingatkan, tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan," tambah Ty.

 

Menghadapi situasi pandemi di seluruh dunia, program peresmian diadakan baik secara online maupun offline. Pimpinan Advent dari  Divisi Asia Pasifik Selatan, tiga Uni di Filipina, Seminari Pelayanan Literatur, dan penginjil literatur bergabung dalam upacara peresmian fasilitas penerbitan yang baru.

 

Pastor Florante Ty dalam pesan sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka yang mendukung dan percaya. Apa yang tampaknya merupakan prestasi yang mustahil ternyata menjadi kesempatan untuk menyoroti kemurahan hati dan pemeliharaan Tuhan di seluruh proyek ini.

 

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Pekerjaan belum selesai. Akan selalu ada tantangan tetapi Penerbitan Filipina akan terus menerbitkan buku, sehingga lebih banyak orang akan mengenal kedatangan Yesus yang segera,” seru Ty. “Pekerjaan Tuhan tidak boleh terhalang karena faktor manusia karena Tuhan murah hati. Tuhan menyediakan,” tambah Ty. 

 

Samuel Saw, presiden Divisi Asia-Pasifik Selatan, mengungkapkan keheranannya atas apa yang dapat dilakukan dalam pekerjaan Tuhan. Saw menegaskan kembali bahwa ketika kita menempatkan iman kita di tangan yang melengkapi, tidak ada, tidak ada yang bisa melawan kita mengacu pada hikmat dan bimbingan Tuhan dalam pendirian gedung Philippine Publishing House  yang baru. 

 

“Mari kita terus maju, mari kita terus bergerak dan menaklukkan. Apakah prospeknya tampak menjanjikan atau mengecewakan, ke mana pun Tuhan membawa kita, apa pun yang Dia minta dari kita, siapa pun yang Dia pilih untuk memimpin kita, kita akan terus melayani, ”ungkap Saw.

 

Setelah peresmian yang sukses dan tur pabrik yang diselenggarakan untuk para delegasi dan tamu yang hadir, Philippine Publishing House melanjutkan ke pertemuan Konstituensi Philippine Publishing House  ke-12. Rapat konstituen tersebut  diadakan setiap lima tahun sekali, namun karena adanya pandemi, rapat dijadwal ulang hingga akhirnya dilakukan hari ini bersamaan dengan peresmian gedung baru.

 

Florante Ty, presiden Philippine Publishing House selama 16 tahun sudah menyatakan keputusannya untuk pensiun dan membiarkan generasi muda memimpin Philippine Publishing House. Di samping itu, Ty yang memutuskan untuk menyerahkan tongkat estafet kepada para visioner berikutnya adalah Mr. Rey Balboa, Direktur Sumber Daya Manusia dan Asisten Direktur Pemasaran; dan Bapak Atemio Jimenez Wakil presiden bidang Keuangan. 

 

Beberapa pemimpin dari Divisi Asia-Pasifik Selatan, Philippine Publishing House, Konferensi Uni Filipina Utara, Konferensi Uni Filipina Tengah, Konferensi Uni Filipina Selatan, dan perwakilan dari misi dan konferensi lokal menghadiri pertemuan tersebut.

 

Setelah doa yang sungguh-sungguh dari panitia pencalonan dan delegasi Philippine Publishing House, orang-orang terpilih akhirnya ditunjuk untuk memimpin Philippine Publishing House. 

 

Pejabat Penerbitan Filipina yang baru terpilih adalah Leonardo Heyasa, Jr., presiden; Joel Silva, Wakil Presiden Keuangan; Gomer Vistal, Wakil Presiden Pemasaran; Carlito Quidet, Jr., Wakil Presiden untuk Layanan Editorial; Elbert Esperanzate, Wakil Presiden untuk Operasi untuk HHES & ABC; dan Jose Bruel, Wakil Presiden untuk Produksi.

 

Bermodalkan doa dan mimpi untuk merelokasi Rumah di lokasi yang strategis, pimpinan Philippine Publishing House memutuskan untuk mengakuisisi lahan seluas 2,5 hektar di Cavite, Filipina yang dapat menampung back office dan produksinya.

 

Pada tahun 2015, setelah pembebasan lahan berhasil dilakukan, pengurus Philippine Publishing House, kantor, dan staf produksi menyelenggarakan peletakan batu pertama di lokasi tersebut.

 

Peluang ini membuka jalan bagi pertumbuhan bertahap Philippine Publishing House menuju kemandirian finansial dengan memulai pembangunan gedung baru. 

 

Pada Oktober 2018, konstruksi secara resmi dimulai. Tantangan untuk mempertahankan pembangunan hingga tanggal penyelesaiannya menjadi perhatian utama panitia, namun dengan doa dan kerja keras, pembangunan tetap berjalan dan akhirnya selesai. Hari ini akhirnya diresmikan dan didedikasikan kepada Tuhan untuk misi.

 

Filipina Publishing House di rumah barunya akan mengemban misi untuk mengedarkan buku, majalah, dan sumber bacaan dan pengajaran lainnya melalui 94 pekerjanya, 25 cabang, dan sekitar 3.000 penginjil literatur di seluruh Filipina. Dengan fasilitas barunya, terbuka untuk menjajaki peluang penginjilan digital modern untuk mengirim pesan Tuhan ke setiap rumah tangga.  

 

Filipina Publishing House lebih dari sekedar pendirian. Itu adalah instrumen yang dibangun untuk orang-orang yang mempersiapkan surga dan mempersiapkan orang-orang untuk surga. (**/red/ TIM/adventist.asia

Kembali ke daftar