Article

Sekolah Sabat Anak-Anak Dan Cornerstone GMAHK Jemaat Tanjung Pandan Belitung Berbakti Bersama Kaum Disabilitas

SUMATERA SELATAN || Sekolah Sabat anak-anak dan Cornerstone Gereja Masehi Advent Hari ke Tujuh Jemaat Tanjung Pandan Belitung melakukan kegiatan berbakti bersama anak-anak Disabilitas di Aik Rembikang, Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

 

Pada media gembala Jemaat Tanjung Pandan Belitung, Pdtm. Desmon Arifyanto Panjaitan menceritakan bahwa kegiatan sosial ini berhubungan dengan rangkaian peringatan hari anak sedunia.

“Karena ada hari anak sedunia jadi sekolah sabat anak-anak dan cornerstone GMAHK Tanjungpandan  mengadakan kegiatan ini  bertempat di  salah  satu rumah warga masyarakat yang terletak alamatnya di Aik Rembikang, desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk, Kab. Belitung” Jelas Desmon Arifyanto.

 

Lanjutnya bahwa kegiatan sosial yang dilakukan ini adalah dengan bertemu dan berbagi bersama kaum Disabilitas.

“Kami bertemu dan berbagi dengan kaum disabilitas,  jadi anggota sekolah sabat anak-anak  dan cornerstone  bersama dengan guru-guru yang membimbing mereka dan gembala jemaat mereka bertemu dengan kaum disabilitas yang mengalami  tuna rungu, tuna wicara, dan ada yang dia kena kaki gajah sejak kecil.” Lanjutnya.

 

Acara yang dilakukan di lokasi tersebut adalah dengan saling berkenalan antara anak-anak dan kaum disabilitas, kemudian bernyanyi bersama diantaranya lagu-lagu yang menggunakan gerakan tubuh dan bahasa isyarat untuk lebih mempermudah berkomunikasi dengan mereka.  Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang berkaitan dengan apa  yang sering dialami oleh mereka, apa yang sering mereka hadapi, dan di situlah mereka saling  berbagi dan saling menguatkan. Dan di akhir acara anak-anak dan Cornerstone  berbagi bersama berupa sembako, perlengkapan makanan dan perlengkapan mandi serta sejumlah uang tunai.

 

Ungkap Gembala Jemaat Tanjung Pandan Belitung ini bahwa hal tersebut dilakukan guna mengajarkan kepada anak-anak dan kaum remaja untuk tidak membeda-bedakan orang dari segi keterbatasan.

“Untuk mengajarkan  kepada anak-anak dan juga kaum remaja sejak dini untuk tidak membeda-bedakan orang dari segi keterbatasan” Jelasnya. 

 

Kegiatan yang dilakukan tersebut akhirnya mendapatkan  tanggapan positif dari masyarakat hal ini dilihat dengan begitu antusiasnya masyarakat  dimana mereka mengatakan bahwa jarang ada  gereja yang melakukan kegiatan menjangkau kaum disabilitas di usia masih anak-anak.

“Puji Tuhan masyarakat yang memperhatikan acara kita mereka antusias jadi memang cukup jarang ada acara yang dikemas khusus untuk kaum disabilitas di usia anak-anak….Nah jadi mereka merasa ini hal yang menarik untuk disaksikan dan mereka secara pribadi mengatakan bahwa mereka sangat senang karena   ternyata ada yang memperdulikan mereka  dan memperhatikan mereka khususnya gereja” Jelas Desmon Arifyanto.

 

Sebagai Gembala Jemaat, dan juga Majelis Jemaat, dirinya berharap anak-anak akan lebih giat dalam melayani dan dengan kegiatan ini mereka akan termotivasi untuk terlibat aktif dalam bekerja menjangkau jiwa-jiwa.

Dan kedepannya, ia mengungkapkan bahwa akan lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan dan semangat dari anak-anak dan orang muda untuk lebih giat lagi mengenalkan pelayanan gereja  di masyarakat.

“Kedepannya akan lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan dan semangat itu akan ada dari anak-anak, orang dewasa  hingga majelis jemaat masing-masing bersinergi untuk buat pelayanan. dan tentunya harapan yang terbesar adalah  gereja kita makin dikenal  di kalangan masyarakat sebagai  umat-umat Tuhan yang peduli dan mengasihi.” Tutupnya (**/red

Kembali ke daftar