Article

NOWELA INDONESIAN IDOL DAN STAF KHUSUS PRESIDEN BILLY MAMBRASAR TAKLUKKAN HUTAN JAMBI UNTUK MEMBANTU MENDIRIKAN PUSAT PENDIDIKAN ADVENT BAGI ANAK-ANAK INDONESIA

Tidak hanya membuat perubahan di kampung halaman: Papua, Nowela Mikhelia Auparay, Pemenang Indonesian Idol 2014, dan Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, yang juga merupakan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, membantu meluaskan akses pendidikan ke daerah terpencil di bagian lain di Indonesia. Kali ini, dua tokoh masyarakat tersebut berkunjung ke Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Jambi.

 

Nowela dan Billy berinteraksi dengan gembira bersama anak-anak dari suku “Anak Dalam”, di desa Rimbo Antuy. Acara ini bertepatan dengan peresmian sekolah non formal gratis yaitu: "Sokola Rimba", yang diselenggarakan oleh Master Guide Reinforcement Indonesia (MGRI) di "Talang Nyamuk", Provinsi Jambi (25-29/ 05/2021).

 

Dikutip dari data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), pada tahun 2020 jumlah anak usia 7-12 tahun di Indonesia yang tidak bersekolah sekitar 1.228.792 anak. Jika dijumlahkan dengan kelompok usia 13-15 tahun di 34 provinsi maka jumlah anak 936.674, ditambah 2.420.866 anak usia 16-18 tahun, maka total anak yang tidak bersekolah di Indonesia adalah 4.586.332.

 

Billy Mambrasar, anggota aktif Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dikenal giat mempromosikan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, dan inilah yang membuatnya terpilih sebagai salah satu dari tiga Duta SDGs Indonesia di tahun 2019. Bersama Kitong Bisa Foundation, Billy Mambrasar saat ini sedang mendirikan pusat pembelajaran non formal di berbagai tempat di Indonesia, untuk meningkatkan akses pendidikan bagi mereka yang berada di daerah terluar, bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Pemerintah, dan juga pihak swasta.

 

“Perjalanan dari Kota Jambi menuju dusun tersebut memakan waktu lebih dari sehari, karena kami harus bermalam di Desa Talang Nyamuk, sebelum melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu, dan berjalan kaki selama beberapa jam, sampai di Dusun Rimbo Antuy", ungkap Billy.

 

Medan yang harus ditempuh untuk mencapai dusun tersebut memang sulit dijangkau. Butuh tenaga dan keberanian ekstra untuk mengarungi hutan dan sungai, untuk melakukan perjalanan yang memakan waktu lebih dari setengah hari, dari Kota Jambi.

 

“Saya pertama kali menemukan lokasi untuk mendirikan sekolah ini, sempat berenang, dan akhirnya sampai di titik dimana saya menemukan beberapa keluarga dengan anak-anaknya tanpa sekolah dan fasilitas kesehatan di desa ini, tepat di tengah hutan. Oleh karena itu, saya mengundang MGRI untuk membantu saya membangun pusat pendidikan dan kesehatan non-formal ini,” kata Pdt. Leonardo Soewarso, dari Yayasan Pendidikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yang pertama kali menemukan dan mendorong pendirian pusat pembelajaran non formal ini.

 

Leonardo menambahkan bahwa mereka menamai pusat pembelajaran ini sebagai: "Sokola Rimba", guna mewujudkan semangat Butet Manurung, pendiri "Sokola Rimba" di kawasan Bukit Dua Belas Provinsi Jambi, yang pertama kali menjangkau anak suku di sini.

 

Dalam acara tersebut, Billy Mambrasar memaparkan salah satu dari 5 program kerjanya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia.

 

“Saya berupaya meningkatkan akses pendidikan di Indonesia, bagi mereka yang berasal dari kelompok masyarakat yang terpinggirkan, termasuk mereka yang berada di daerah yang sulit dijangkau. Gerakan ini saya namakan: “BAPER”, atau: “Bawa Perubahan” (dalam bahasa Inggris: Bring a Change). Program ini merupakan kerjasama saya dengan Menteri Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek Indonesia),” jelas Billy Mambrasar.

 

Seperti halnya Billy, Nowela mengungkapkan rasa antusias dan harapannya untuk terus mendorong berdirinya pusat pembelajaran lain di Indonesia bersama dengan gerakan “BAPER” yang diprakarsai oleh sahabatnya: Billy Mambrasar.

 

"Tidak hanya ingin dikenal sebagai Nowela Indonesian Idol yang pandai bernyanyi, tapi saya juga ingin diakui sebagai seseorang yang mampu membuat perubahan positif melalui inisiatif semacam ini, dan juga mempercepat pekerjaan Tuhan di dunia ini." kata perempuan kelahiran Wamena-Papua ini dengan bangga.

Kembali ke daftar