Episodes / Pdtm. Julius Sihotang + Season 2019

Diubahkan Dalam KasihNya
 

Berjalan Bersama Tuhan / September 18, 2019

 
Ketika Ku Bimbang, Tuhan Ada!
 

Berjalan Bersama Tuhan / September 11, 2019

Riana, seorang gadis Manado yang berkuliah di salah satu universitas di Bandung. Di tempat perkuliahannya, ia menerima Yesus sebagai Juruselamatnya secara pribadi. Namun setelah ia menerima Yesus, bukan menjadi jaminan hidupnya tidak mengalami pasang-surut. Justru banyak tantangan dari teman-teman sebayanya yang tidak menunjukkan tabiat Kristen. Karena Riana tidak menggantungkan imannya kepada manusia, ia tetap memilih setia kepada Yesus

 
Mujizat Dalam Pelayanan
 

Berjalan Bersama Tuhan / September 10, 2019

Di dalam pelayanan ada banyak tantangan yang terbentang kepada Hendri Gustav Karawuan. Ia seorang pemuda berdarah Manado namun mengambil pendidikan Filsafat di tanah Batak di Siantar. Perpaduan yang sempurna untuk Hendri mendapat pengalaman dari dua kebudayaan yang bercampur baur, menjadi kekuatannya dalam penginjilan. Ada banyak mujizat yang ia bisa saksikan dalam kehidupannya, dan tentu itu semua karena Tuhan beserta dengan dia.

 
Doa Menutupi Ketakutan
 

Berjalan Bersama Tuhan / Agustus 28, 2019

Jelly Tielung adalah seorang wanita yang akhirnya menikah dengan cinta pertamanya. Sangat jarang menemukan kejadian serupa di kehidupan kita masa kini. Dengan bekal pemahaman dari ajaran yang selama ini ia dengarkan, urusan kehidupan termasuk jodoh, hal itu sudah ditentukan Tuhan (lebih tepatnya sudah ditakdirkan). Setelah belajar firman Tuhan bersama seorang pria yang bernama Alain, yang kemudian menjadi suami Jelly, ia menyadari bahwa segala sesuatu harus dilandaskan di dalam doa.

 
Diberkati Untuk Menjadi Berkat
 

Berjalan Bersama Tuhan / Agustus 26, 2019

Hidup bukanlah hanya semata-mata mencari uang. Itu adalah jalan kehidupan dari Ibu Narcelina, seorang dokter gigi dengan bakat berbisnis, namun pada akhirnya memilih untuk menjadi istri dari seorang Pendeta.

 
Hidup Adalah Kesempatan Melayani Tuhan
 

Berjalan Bersama Tuhan / Agustus 14, 2019

Ibu Betty Zelda Gultom Br. Siahaan, adalah seorang Ibu dari tiga orang anak wanita. Ketika ia memilih untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat, kehidupan berjalan dengan banyak tekanan. Semakin banyak tekanan ketika ia mengandalkan kekuatannya, namun ketika Ibu Zelda berserah, Tuhan menyertai setiap perjalanan kehidupannya. Disaat ia hamil, mengalami pendarahan, Tuhan masih sertai. Keluarga mengalami banyak musibah, Tuhan masih sertai dan dengan mujizat-mujizat-Nya, Ia mempermudah melalui biaya. Hingga suami ibu Zelda kritis dan mengalami kanker darah, ia tetap setia kepada suami dan Tuhan sampai kematian memisahkan mereka.

 
Saya Tahu Kepada Siapa Saya Percaya
 

Berjalan Bersama Tuhan / Agustus 05, 2019

Dion Matusea, anak bungsu dari bapak Raldy Matusea dan ibu Meitiko Muskita, mengalami pengalaman pahit dimana pada usia balita, ia terjatuh dan menyebabkan tulang bagian belakang kepalanya berbentuk tidak normal. Divonis hanya memiliki jangka hidup 6 bulan, Dion selalu menangis setiap malam sambil berdoa kepada Tuhan Yesus. Ia tahu bahwa hidupnya adalah milik Tuhan sepenuhnya, itu juga nasihat dari ibunya, yang berserah kepada Tuhan mengenai nasib dari anak bungsunya. Dion sekarang duduk di bangku perkuliahan, dimana itu memberikan jawaban betapa besarnya mujizat Tuhan kepada Dion, dan Ia menginginkan Dion untuk menjadi pelayan-Nya, memberitakan injil kepada orang yang ada di sekitarnya.

 
Satu Hadiah Dari Tuhan
 

Berjalan Bersama Tuhan / Juli 17, 2019

 
Tidak Ada Anak Yang Bodoh
 

Berjalan Bersama Tuhan / Juli 15, 2019

Tidak ada anak yang dilahirkan bodoh. Itu merupakan motto dari hidup Ibu Sriyati Purba, dimana dia adalah seorang guru di Sekolah Perguruan Advent. 39 tahun mengabdi sebagai guru, ia belajar dan belajar bagaimana mendidik anak dengan cara yang benar, yang disesuaikan dengan zaman, serta berlandaskan kasih Tuhan Yesus. Ia ingin menjangkau semua anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan dengan cara yang benar, mengingat pentingnya generasi-generasi penerus bangsa ini. Itulah sebabnya, Sriyati menghimbau kepada semua orang tua, melalui pengalaman hidupnya, untuk selalu belajar mendidik anak-anak kita, di dalam Tuhan, dan dengan penuh kasih yang berasalnya dari Sang Pencipta.